Pembunuh Sadis Dituntut 14 Tahun

Pembunuh Sadis Dituntut 14 Tahun

BERAT: M. Madinatul Hujah alias Donon ketika merekonstruksi pembunuhan terhadap EPNS di Purwodadi.
(Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

BANGIL – Masa muda M. Madinatul Hujah alias Donon, 21, warga Ngawen, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, bakal benar-benar mendekam lama di penjara. Terdakwa pembunuhan terhadap EPNS, 16, perempuan asal Lawang, Kabupaten Malang, itu dituntut hukuman 14 tahun penjara.

Dalam sidang yang digelar Selasa (30/1), JPU Kejari Kabupaten Pasuruan, Hendy menuntut pembunuh Eka Putri Nila Sari, 16, warga Lawang, Malang tersebut hukuman 14 tahun penjara. Tuntutan itu dilayangkan, seiring pelanggaran 338 KUHP tentang pembunuhan yang telah dilakukan terdakwa.

“Menuntut terdakwa hukuman 14 tahun penjara, karena menganggap terdakwa melanggar pasal 338 KUHP,” kata Hendy.

Hendy beralasan, tuntutan hukuman tersebut, didasari atas perbuatan terdakwa yang telah menghilangkan nyawa orang lain. Apalagi, perbuatan terdakwa itu menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban.

Dasar itu, yang membuat terdakwa dituntut 14 tahun penjara. “Ia sopan dalam persidangan dan mengakui serta berterus terang di persidangan. Itu yang menjadi pertimbangan yang meringankan,” beber dia.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim PN Bangil, Aswin ditutup seusai mendengarkan tuntutan dari JPU. Rencananya, sidang akan dilanjutkan pekan dengan dengan agenda pledoi.

Sekedar mengingatkan, kasus ini bermula dari acara ngopi yang dilangsungkan terdakwa dan korban. Acara ngopi yang berlangsung Senin, 25 September 2017 malam itu, berubah menjadi kegiatan pesta miras.

Tidak hanya berdua, karena ada rekan-rekannya yang lain yang ikut. Mereka menggelar pesta miras di area klenteng Tri Darma, Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Pesta yang berlangsung hingga dini hari itu (26/9), mendadak buyar.

Itu setelah mobil patroli Polisi, melintas. Mereka kabur dan berpencar. Sementara, korban dan tersangka kabur bersama-sama. Hingga mereka sampai di sebuah gubuk yang tak jauh dari lokasi.

Di situlah, korban dihabisi. Korban dihabisi, setelah tak mau diajak untuk berhubungan badan.

DITINGGAL: Jenazah EPNS ketika pertama kali ditemukan di Dusun Paritenep, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, September tahun silam.
(Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

(br/one/fun/fun/JPR)