Pembuktian Manis, Arema Gulung Persita 4 -1,

KABUPATEN – Arema FC melalui ujian perdananya di tahun ini dengan mulus. Mereka mampu meraih kemenangan pada leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia. Menghadapi Persita Tangerang di Stadion Kanjuruhan, kemarin sore (26/1) skuad asuhan pelatih Milomir Seslija itu menang telak 4-1.

Hasil ini membuat Arema FC seolah sudah meletakkan satu kakinya ke babak 16 besar. Sebab, sekalipun pada leg kedua di Stadion Benteng Tangerang pada 3 Februari nanti kalah 0-2, Arema FC tetap lolos ke babak selanjutnya.

Kemenangan 4-1 juga menunjukkan bahwa Arema FC sudah mulai menemukan ritme permainan di bawah pelatih Milomir Seslija. Terlebih, dua dari empat gol itu dicetak striker debutan Robert Lima Guimares.
Striker berjuluk Gladiator itu bahkan sudah mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan enam menit. Gol itu bermula dari umpan Pavel Smolyachenko yang salah diantisipasi pemain belakang Persita. Hanya butuh sekali sentuhan, bagi Robert untuk menaklukkan kiper Yogi Triana.

Begitu sukses membobol gawang Yogi, Robert langsung berlari sambil membentangkan tangannya. Selebrasi itu menandai gol pertama Robert untuk Arema FC pada pertandingan/ajang resmi.

Lima menit setelah gol Robert, giliran Dedik Setiawan yang mencatatkan namanya pada papan skor. Berawal dari umpan terobosan Johan Alfarizie, Dedik berlari tanpa kawalan, sebelumnya akhirnya memperdaya kiper Persita.



Seolah keran gol Arema FC tengah dibuka lebar-lebar, Hamka Hamzah membuat timnya unggul 3-0 pada menit ke-16. Hamka membobol gawang Persita setelah menerima umpan Hendro Siswanto.

Bagi Hamka, itu menjadi gol pertamanya pada periode keduanya bergabung dengan Arema FC. Seperti diketahui, Hamka menjadi bagian tim Arema FC sejak putaran kedua Liga 1 musim 2018.
Sayangnya, setelah unggul 3-0, Arema FC seolah merasa berada di atas angin. Pemain Arema FC pun terlihat menurunkan tempo permainannya.

Ini dimanfaatkan betul oleh pemain lawan. Terbukti, pada menit ke-59, Candra Waskita mampu membobol gawang Arema FC yang dikawal Utam Rusdiana.
Gol itu membuat Arema FC tersadar. Pelatih Milomir Seslija pun menginstruksikan pemainnya untuk kembali bermain menyerang.

Hasilnya, pada menit ke-78, Robert membuat timnya unggul 4-1. Memanfaatkan umpan lambung Dedik Setiawan, lagi-lagi Robert hanya butuh satu sentuhan untuk membobol gawang Persita. Dia lantas merayakan gol keduanya itu dengan arrocha dance-tarian ala Brasil.

Skor 4-1 pun bertahan hingga pertandingan berakhir. Meski menang besar, Milo menyebut bahwa hal itu diraih dengan tidak mudah. ”Situasi yang berat untuk pertandingan pertama ini,” kata Milo.
Dia menyatakan, selama ini, pemain Arema FC acap kali bermain di bawah guyuran hujan. Tapi ketika pertandingan, cuacanya panas.

Milo pun melihat, pemainnya sempat nervous di awal laga. ”Tapi setelah bisa mencetak gol, kami mendominasi,” ujar dia.

Namun, dia juga menyoroti momen saat Persita mampu membobol gawang Utam. ”Setelah tiga gol pemain merasa puas. Padahal, seharusnya ada tiga kesempatan lagi dan bisa cetak gol,” ungkap pelatih berlisensi UEFA Pro ini.

Inilah yang harus dievaluasi. ”Saat unggul, pemain mulai individual. Seharusnya tidak begitu. Gol lawan pun terjadi bukan karena mereka, tapi karena kesalahan kami,” kata dia.

Sementara itu, asisten pelatih Persita Wiganda Saputra mengaku bahwa laga ini memang sulit. ”Saya sudah sampaikan, level kami beda. Mereka level 1, kami level 2,” kata dia.

Untuk membalikkan keadaan saat main di Tangerang juga tidak akan mudah. ”Walau kami punya modal satu gol dan harus cetak tiga gol lagi (di Tangerang) itu tidak mudah,” kata dia. ”Mungkin Aremania ngamuk kalau kami buat tiga gol di Tangerang,” selorohnya, lalu tertawa.

Meski begitu, Wiganda puas dengan apa yang ditunjukkan pemainnya. ”Walau di-press seperti itu, pemain tetap bisa main ball position. Mereka biasanya akan longpass, namun kali ini tidak,” ungkap dia.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Mufarendra
Foto : Rubianto