Pembukaan Objek Wisata Gunung Tangkuban Parahu Tunggu Izin PVMBG

JawaPos.com – Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu hingga Selasa (30/7) masih ditutup oleh pihak pengelola. Penutupan kawasan atas perintah dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini dilakukan atas dasar aspek keselamatan manusia.

“Bagaimana yang terbaik untuk semua orang, kita tunggu dari pemerintah dan yang pertama adalah keselamatan manusia,” kata Ridwan saat meninjau lokasi Gunung Tangkuban Perahu, Senin (29/7) kemarin.

Mantan Wali Kota Bandung inu menyampaikan, sebelum kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu dibuka akan terlebih dahulu meminta rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Di sisi lain, pihaknya juga bakal mengevaluasi terkait dengan jalur evakuasi dan sistem standard operating procedure (SOP) untuk mengantisipasi ancaman bahaya erupsi.

“Jalur evakuasi akan dievaluasi, akan melihat secara langsung di lapangan. Jalur dan sistem SOP akan dibahas. Apabila sudah mendapatkan informasi lengkap akan dibahas esok,” ucap Ridwan.



Penutupan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu juga berpengaruh pada sejumlah aspek yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Menurutnya, pascaerupsi tersebut berpengaruh pada tiga dimensi yaitu lingkungan, sosial dan ekonomi.

“Bagaimana yang terbaik untuk semua orang. Kita tunggu dari pemerintah,” ujarnya.

Bahkan kerap terjadi informasi yang simpang siur dan memicu kepanikan masyarakat. Ridwan menekankan pada aspek edukasi yang bersifat dua arah, baik dari pengelola maupun masyarakat.

“Kadang komentar-komentar yang sensitif harus dikurangi, karena semua orang punya media sekarang,” tambahnya.

Terkait dengan kemungkinan adanya informasi yang simpang siur, Ridwan mengimbau masyarakat selalu merujuk informasi pada lembaga yang resmi, seperti pemerintah daerah atau lembaga kebencanaan.

Pascaerupsi pada Jumat (26/7) lalu, PVMBG masih menetapkan Gunung Tangkuban Parahu pada status Level I (Normal). Gunung dengan ketinggian 2.084 m dpl tersebut mengalami erupsi yang bersifat freatik. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 15.48 WIB itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm (overscale) dan durasi ± 5 menit 30 detik.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyampaikan, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, seperti pedagang, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan mendekati Kawah Ratu dan Kawah Upas dengan radius 500 meter.

“Serta tidak diperbolehkan menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu,” imbau Agus.

Bahkan, masyarakat diminta mewaspadai meningkatnya konsentrasi gas vulkanik dan diimbau tidak berlama-lama berada di bibir kawah aktif Gunung Tangkuban Parahu. Hal ini agar terhindar dari paparan gas yang dapat berdampak bagi kesehatan dan keselamatan jiwa.

“Masyarakat juga diimbau mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas,” tukas Agus.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan