Pembangunan tanpa Restu Konsultan, Malah Raih Penghargaan Internasional

TEMAS – Tak selamanya ”restu” konsultan itu berbanding lurus dengan perkembangan bisnis yang akan dijalankan. Hal ini yang dirasakan owner Golden Tulip Holland Resort Batu Sonny Njonoriswondo dan Linggarjanto Budi Oetomo saat akan mulai membangun hotel pada 2012 lalu.

Karena kala itu, hotel bintang lima dengan 260 kamar ini dianggap tidak layak dibangun oleh konsultan. Namun, selang dua tahun kemudian, tepatnya pada 2014 lalu, dua owner ini memutuskan untuk membangun, meski tanpa ”restu” konsultan.

”Kami lihat ke sini, perkembangan Kota Batu pesat. Akhirnya, kami putuskan membangun (Golden Tulip, Red) meski dianggap tidak layak (oleh konsultan) waktu itu,” kata Sonny saat diskusi dengan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad dan tim kemarin.

Menurut dia, pembangunan tersebut juga terbilang relatif cepat prosesnya. Karena hotel tersebut segera digunakan untuk menikahkan anaknya kala itu. ”Sebenarnya, ini juga the power of kepepet. Mungkin, kalau tidak akan mantu, nggak bakal selesai secepat itu,” kenang pria yang juga seorang arsitektur ini.

Singkat cerita, masih kata dia, meski beroperasi secara resmi sekitar 2,5 tahun, tapi Golden Tulip sudah meraih lima penghargaan bergengsi. Bahkan, salah satunya di level internasional, yaitu winner of luxury family hotel (world luxury hotel awards) di Finlandia pada 2019.

Perlu diketahui, di hotel ini ada empat kamar Presiden Suite dengan fasilitas mewah. ”Ini satu-satunya (franchise) Golden Tulip di Indonesia yang bintang lima. Di Indonesia, ada tiga hotel yang dapat penghargaan itu (internasional), Golden Tulip salah satunya,” ungkap dia.

Sedangkan dalam diskusi kemarin juga turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, GM Radar Malang Don Virgo, dan Manajer Radar Batu Bambang Triwijatmiko.

Pewarta : nr3
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Imam Nasrodin