Pembangunan Stadion BMW Masuk Tahap Cek Kedalaman Tanah Untuk Pondasi

JawaPos.com – Pembangunan Stadion BMW di Tanjung Priok, Jakarta Utara terus dilakukan. Direktur Proyek PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan saat ini proses pengerjaan sedang pada tahap tes kedalaman tanah untuk pondasi atau soil test.

“Di lapangan itu kita lagi suntik ke bawah, tes kedalaman pondasi jadi kita tahu maksimal kedalam fondasi dimensi pancangnya itu kita sudah mau selesai,” ujar Iwan saat dihubungi wartawan, Kamis (16/5).

Iwan menuturkan, pengetesan kedalaman ini turut beririsan dengan lahan yang tengah menjadi sengketa dengan PT Buana Permata Hijau. Namun, tidak seluruh lahan, melainkan hanya di sisi utara. Oleh sebab itu, di wilayah tersebut sampai saat ini belum ada pembangunan fisik.

Dia menargetkan soil test selesai pada minggu ini. Supaya bisa diketahui kedalaman ideal pembuatan pondasi. Setelah itu lahan akan dilakukan penimbunanan hingga batas aman terhindar dari banjir. Pasalnya permukaan tanah yang lama dianggap terlalu rendah.



“Kita akan melalukan analisa level aman dari banjir. Nah ini kita lagi mengejar itu hingga level aman yang direkomendasikan,” imbuh Iwan.

Setelah dinyatakan aman, maka pondasi stadion bisa segera mulai dibangun. “Nanti abis itu kita baru mulai pekerjaan pondasi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait masih berlangsungnya sengketa antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan PT Buana Permata Hijau terkait administrasi lahan BMW dipastikan Iwan tidak akan mengganggu proses pembangunan stadion. Pasalnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sudah mengintruksikan supaya pembangunan tetap berjalan.

“Enggak (mengganggu), kan jelas pemberitaan dari pak Gubernur pembangunan jalan terus. Jadi kita jalan terus,” pungkas Iwan.

Diketahui, Majelis hakim PTUN DKI Jakarta mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau atas sengketa penerbitan dua sertifikat hak pakai (SHP) oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara di Taman BMW. Hal ini sesuai dengan perkara nomor 282/G/2018/PTUN-JKT.

Kuasa hukum PT Buana Permata Hijau, Damianus H. Renjaan, menjelaskan majelis hakim PTUN DKI Jakarta dalam putusannya No. 282/G/2018/PTUN-JKT mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau dengan membatalkan Sertifikat Hak Pakai No. 314/ Kelurahan Pangganggo dan sertifikat hak pakai No. 314/ Kelurahan Pangganggo di lahan Stadion BMW.

“Dalam pertimbanhan putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa penerbitan kedua sertifikat tersebut terbukti cacat hukum baik secara prosedur maupun subtansi,” kata Damianus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/5/2019).

Atas putusan tersebut, PT Buana Permata Hijau meminta Pemda DKI Jakarta menghentikan pembangunan stadion BMW dan menghormati PT Buana Permata Hijau atas lahan tersebut.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, ada dua kasus berbeda di dalam sengketan lahan taman BMW ini. Kasus pertama bergulir di Pengadilan Negeri, di situ pemprov DKI berhadapan dengan PT Buana Permata Hijau. Sedangkn kasus kedua bergulir di PTUN mempertemukan PT Buana Permata Hijau sebagai penggugat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) selaku tergugat.

Untuk kasus di pengadilan negeri sudah dimenangkan oleh pemprov. Sedangkan di PTUN terkait gugatan administrasi dimenangkan oleh PT Buana Permata Hijau. Namun, adanya putusan Pengadilan Negeri membuat kepemilikan tanah tetap menjadi milik pemprov. Sedangkan yang masih bermasalah hanya aspek administrasi di BPN.

“Secara substansi tanah itu sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri bahwa itu adalah milik DKI. Jadi Insya Allah nggak masalah,” ujar Anies di komplek DPRD DKI Jakarta, (15/5).

Dengan demikian Anies meminta agar masyarakat ibukota, khususnya pendukung Persija Jakarta untuk tidak khawatir atas munculnya isu ini. Dia memastikan pembangunan stadion akan terus dilanjutkan.

“Tetap jalan terus (pembangunan stadion). Jadi buat teman-teman Perrsija jangan khawatir,” kata Anies.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan