Pembakar Hutan Terancam 10 Tahun Penjara

KOTA BATU – Apa yang dilakukan Jainal, warga Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, ini patut menjadi pembelajaran bersama.

Dia yang awalnya berniat membakar sampah ilalang saat bersih-bersih lahan di wilayah hutan Oro-Oro Ombo Selasa (23/7), kini terpaksa berurusan dengan hukum. Tindakan Jainal itu terbukti turut membakar hutan lindung di sana.

”Saat ini pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka pembakaran hutan,” terang Kasatreskrim Polres Batu AKP Anton Widodo.

Dia menjelaskan jika pria berusia 33 tahun itu telah melakukan tindakan pembakaran pada Selasa sore, bersamaan dengan memuncaknya kebakaran di Gunung Panderman.

Sebelumnya personel gabungan dari TNI, Polri, dinas lingkungan hidup, Perhutani, dan BPBD tengah berusaha memadamkan titik api di area Gunung Panderman.



Tak berselang lama, muncul kepulan asap yang diduga akibat ulah Jainal. Disinggung apakah pelaku juga terindikasi dalam kasus kebakaran di Gunung Panderman, Anton menampiknya. ”Bukan, ini murni untuk kepentingan pribadi (tersangka). Tidak ada kaitannya dengan kebakaran di Gunung Panderman,” imbuhnya.

Kronologi penangkapan terhadap tersangka bermula saat adanya kepulan asap di wilayah petak 219 RPH (resort pemangkuan hutan) Oro-Oro Ombo, tak jauh dari Coban Rais.

Saat dicek petugas Perhutani, Jainal ada di lokasi. Dia mengaku telah membakar beberapa sampah. Saat itu juga, polisi langsung mengamankan pelaku. ”Hanya satu orang saja. Saat itu juga kami amankan untuk dilakukan penyidikan,” papar Anton.

Sejumlah barang bukti turut diamankan petugas. Ada potongan pohon dalam kondisi hangus, satu batang korek api, satu pasang sarung tangan, satu celurit, dan satu gergaji yang diamankan.

”Sesuai Pasal 50 Undang-Undang (UU) RI Nomor 41 Tahun 1999, dijelaskan barang siapa membakar hutan dengan sengaja, atau membuka lahan dengan membakar lahan, ancaman hukumannya 10 tahun penjara, ” imbuh Anton.

Tersangka Jainal mengaku bila lahan yang dibakarnya itu merupakan lahan bekas penanaman dari warga lainnya. Dia mengaku hanya membersihkan sisa dedaunan yang saat itu menumpuk. ”Saya tidak tahu apa-apa. Ya, lahan itu saya bersihkan dari pengguna yang lama.

Wong saya sudah izin sama pemiliknya. Begitu sudah dapat izin untuk menanam, ya saya bersihkan,” kata dia. Rencananya, lahan itu bakal digunakan Jainal untuk menanam singkong. Api yang dibuatnya itu diketahui turut membakar lahan hutan seluas 1.200 meter persegi.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya