Pemainnya Panen Tawaran, Persebaya Punya Syarat Khusus

Manajer Persebaya Chairul Basalamah menjelaskan, klub yang ingin meminjam pemain Persebaya harus memenuhi klausul-klausul yang diberlakukan manajamen Persebaya. Klausul pertama adalah jaminan bermain di tim anyarnya nanti.

“Ada kewajiban untuk memainkan pemain tersebut. Karena tujuan dari peminjaman ini adalah menambah jam terbang si pemain. Mereka harus lebih banyak bermain sehingga kami bisa memantaunya,” jelas Chairul menjawab pertanyaan dari JawaPos.com.

Selain faktor jam terbang, aspek lain yang harus dipenuhi oleh klub peminjam pemain Persebaya adalah kelayakan tempat tinggal untuk pemain, serta jaminan kesehatan ketika sang pemain. Utamanya ketika mengalami cedera. Meski terkesan ribet, hal ini semata-mata untuk melindungi pemain Persebaya.

“Pemain itu terikat kontrak dengan Persebaya. Gajinya juga ikut kami. Jadi ketika mereka dipinjamkan, maka harus ada surat peminjaman dari klub peminjam dengan klausul-klausul tersebut,” jabar Abud, sapaan akrab Chairul.



Menurut Abud, ada beberapa pemain yang memutuskan untuk tidak ikut program peminjaman. Manajemen Persebaya juga tak mau memaksa. Abud menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya ada di tangan pemain yang bersangkutan.

“Semua masih pikir-pikir. Karena mereka juga banyak tawaran. Rata-rata satu pemain bisa dua hingga tiga klub yang berminat terhadap mereka,” terang Abud.

Dari 27 pemain yang memperkuat Persebaya musim lalu, sebanyak sepuluh nama masuk dalam daftar pinjam. Sepuluh pemain itu adalah Samuel Reimas, Rahmad Juliandri, Abdul Aziz, Kurniawan Karman, Mei Handoko Prastio, Nerius Alom, Thaufan Hidayat, Yogi Novrian, Said Mardjan dan Rangga Muslim.

Dari kesepuluh nama itu, dua di antaranya sudah diperkenalkan sebagai pemain Perseru Serui. Mereka adalah Samuel dan Nerius Alom. “Dua pemain itu sebenarnya belum fixed, karena belum ada surat resmi dari kami. Pihak Serui sudah datang, tapi baru pembicaraan verbal,” tutup Abud


(saf/JPC)