Pemain Kalteng Putra Mogok Latihan

Pemain Kalteng Putra Mogok Latihan - JPNN.com

jpnn.com, PALANGKA RAYA – Para suporter Kalteng Putra mendapat kabar buruk di saat tim berada di zona degradasi Liga 1 2019. Para pemain Laskar Isen Mulang justru terkesan hilang semangat dan mogok berlatih.

Pantauan Kalteng Pos di lapangan kemarin sore,(11/10), kejadian tersebut berlangsung ketika jajaran pelatih dan ofisial tim datang ke stadion untuk menjalankan agenda rutin berlatih secara terbuka.

Namun, tidak dengan pemain. I Gede Sukadana dkk kompak tidak merumput ke lapangan sore itu. Tentu hal ini membuat kaget pelatih dan beberapa masyarakat yang sudah menunggu di stadion untuk menyaksikan aktivitas tim kesayangannya berlatih.

“Latihan sore ini batal mas, karena pemain nggak ada yang datang semua. Pelatih juga sudah pulang,” kata salah satu ofisial tim yang enggan menyebutkan namanya kepada Kalteng Pos seraya meninggalkan tempat latihan.

Belum diketahui secara pasti permasalahan yang membuat seluruh pemain Kalteng Putra melakukan aksi mogok latihan itu.

Saat Kalteng Pos berupaya melakukan konfirmasi kepada pelatih kepala Kalteng Putra, Wesley Gomes de Oliveira melalui kontak pribadinya, hingga berita ini ditulis belum memberikan respon terkait hal tersebut. Begitu juga dengan pelatih lainnya dan Sekretaris tim, Sigit Wido Sawong.

“Untuk masalah itu, silakan konfirmasi ke kapten tim Sukadana atau pelatihnya langsung mas,” kata salah satu pemain Kalteng Putra, Dadang Apridianto seperti dilansir Kalteng Pos hari ini.

Pun demikian, kembali tidak ada penjelasan dilakukan oleh sang kapten saat dikonfirmasi. Semua bungkam dan diam tanpa ada yang mau angkat bicara. Tak hanya itu, hal serupa juga terjadi saat koran ini mencoba melakukan konfirmasi kepada CEO Kalteng Putra, H Agustiar Sabran.

Sementara di sisi lain, respon aktif ditunjukkan oleh salah satu komunitas suporter Kalteng Putra, Pasus 1970 yang kebetulan berada di stadion saat itu. Menurut salah satu koordinator lapangan Pasus 1970, Hendri alias Ehen, pihaknya akan berkoordinasi dengan suporter lainnya dan para pemerhati sepak bola di Palangka Raya ini, untuk mencoba komunikasi dengan manajemen terkait masalah ini.