Pemain Depan Kurang Kreatif

KEPANJENPersekam Metro FC bakal melakoni dua laga paling menentukan untuk memastikan bertahan atau tidaknya tim ini di Liga 2. Paling dekat, besok (26/8) tim ini akan menjamu PS Sumbawa Barat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Namun, jelang laga hidup mati tersebut, penampilan pemain Metro FC terbilang kurang ”greng”.

Uji coba dengan tim Liga 3, Singhasari FC, Metro FC hanya mampu menang tipis 1-0. Hasil ini didapat karena serangan yang mereka lancarkan jarang ada yang membahayakan. Pergerakan pemain depan juga lebih sering mampu diputus pemain muda Singhasari FC.

Satu gol yang tercipta juga bisa dicetak di menit-menit akhir babak kedua. ”Ya, memang pemain depan kami kurang kreatif. Tapi, laga uji coba ini bukan mengejar banyak gol, kami hanya ingin sentuhan pemain tidak hilang,” terang pelatih Persekam Metro FC Siswantoro.

Dia lebih menekankan pada organisasi permainan timnya. Secara permainan, timnya memang tampak lebih sabar dalam mengalirkan bola. Komunikasi antara lini belakang dan tengah berjalan cukup baik. ”Kami mencoba untuk menguasai bola, pemain tengah harus bisa menjaga ritme permainan. Ini sudah berjalan dengan baik, semoga di pertandingan lain juga sama,” terangnya.

Secara permainan, pemainnya sudah menjalankan instruksi dengan baik. Apalagi, dia juga mencoba melihat permainan dari tribun penonton. Ini sebagai upaya untuk memberi kepercayaan kepada pemain agar tampil lepas. ”Sengaja tadi (kemarin) tidak saya dampingi di bench pemain. Mereka biar tampil lebih percaya diri dan tidak bergantung instruksi pelatih,” imbuh Siswantoro.



Menurut dia, dengan cara itu pemain lebih bisa menyikapi setiap masalah yang ada di lapangan. Jadi, mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat untuk menentukan langkah. Sebab, selama ini dia melihat pemainnya masih sulit menjalankan komunikasi saat di lapangan.

Masih ada rasa sungkan atau kurang percaya satu sama lain. ”Saya hanya ingin pemain lebih rileks ketika bermain, jangan sampai bergantung pelatih. Ini sudah terlihat saat tadi (kemarin) bermain, yang jelas secara teknis tidak ada masalah,” terangnya.

Sedangkan untuk melakoni laga melawan PS Sumbawa Barat. Tim pelatih tidak akan menerapkan strategi khusus. Permainan akan kami tampilkan seperti biasanya. Tetap bermain menyerang dengan penguatan bertahan juga tidak dilupakan. ”Yang jelas harus bisa ambil poin penuh. Kalau sampai kalah, peluang itu akan tertutup. Kami akan berusaha maksimal,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Metro FC saat ini sedang terancam terdegradasi ke Liga 3. Sebab, setiap grup di Liga 2, hanya peringkat satu dan dua yang dipastikan tidak terdegradasi. Saat ini, Metro FC berada di posisi lima dengan 11 poin di grup 7 klasemen sementara. Hanya, peluang masih ada jika Metro FC minimal bisa finis di posisi empat klasemen sementara. Lantaran, urutan tiga dan empat di klasemen sementara setiap grup akan bertemu di 16 kecil atau 16 tim playoff.

Setelah itu, mereka akan bertarung menyisakan lima slot kursi di Liga 2. Pada babak 16 kecil ini yang digunakan adalah sistem turnamen atau sistem gugur sekali tanding. Nah, untuk bisa berada di posisi tiga dan empat, Metro FC harus menang di dua laga sisa. Yakni, melawan PS Sumbawa Barat pada Sabtu (26/8) dan Celebest FC (9/9).  Jika menang di dua laga tersebut, poin Metro FC adalah tujuh belas poin. Metro FC pun harus menunggu hasil PS Badung lawan Persigo Semeru FC pada Sabtu (26/8).

PS Badung saat ini di posisi empat dengan 15 poin. Jika tim ini seri atau kalah, Metro FC minimal finis di posisi empat. Itu sekali lagi dengan catatan Metro FC menang pada dua laga sisa.

Pewarta: Hafis Iqbal
Penyunting: Irham Thoriq
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Hafis Iqbal