Peluang Entrepreneur Muslim Makin Terbuka

MALANG KOTA – Market muslim di Indonesia akhir-akhir ini menjadi tren pasar yang luar biasa potensial. Salah satu buktinya, produk-produk yang menggunakan identitas Islam mampu menggiring pandangan umat Islam seakan-akan produk yang ditawarkan sesuai dengan apa yang dianutnya, yaitu halal.

Karena itu, masyakarat menjadi bingung dengan produk lainnya yang tidak disertai tanda halal. Hal tersebut diulas oleh Yuswohady saat bedah buku Generasi Muslim (GenM) yang diadakan komunitas Tangan di Atas (TDA) Ngalam, Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Malang, dan Zero Zone Malang di ballroom Malang Strudel, Jalan Semeru, kemarin (27/5).

Siwo, sapaan akrab Yuswohady, menyatakan, tren perkembangan produk menuju market muslim itu memang tidak bisa dihindarkan. Apalagi, 87 persen penduduk di Indonesia adalah umat Islam. ”Justru itu menjadi peluang besar bagi para entrepreneur muslim muda,” jelasnya.

Arah produk pada market muslim itu tidak hanya pada fashion, makanan, atau tempat wisata. Namun, sistem perbankan juga sudah banyak melirik sistem perbankan syariah yang bebas dari praktik riba. Artinya, masyarakat sudah mulai menjauhi praktik perbankan konvensional yang masih mengandung praktik riba.

”Inilah yang kemudian akan mendorong revolusi pasar muslim pada 2020. Semunya berlomba untuk menjadi produk layak muslim,” bebernya.



Dalam bedah buku kemarin, pria kelahiran Purwodadi, Jawa Tengah, ini mengupas mengenai generasi yang mengiringi revolusi pasar muslim 2020 itu. Dia menyebutkan, GenM yang dimaksud adalah generasi yang lahir di penghujung tahun 1980-an.

Pertama, mereka religius dan taat pada kaidah-kaidah Islam. Kedua, mereka modern, berpengetahuan, melek teknologi, dan berwawasan global. Ketiga, mereka melihat Islam sebagai rahmatan lil alamin yang memberikan kebaikan universal (universal goodness) kepada seluruh umat manusia. Keempat, mereka makmur dengan daya beli memadai, kemampuan berinvestasi yang baik, dan jiwa memberi (zakat dan sedekah) yang cukup tinggi.

”Jadi, generasi kita yang sekarang dalam menggerakkan market muslim ini berbeda dengan generasi Amerika,” jelasnya.

Dia membeberkan, generasi muslim itu tahapannya adalah makin kaya, makin pintar, dan makin religius. Sementara itu, tahapan generasi Amerika adalah makin kaya, makin pintar, tapi justru makin atheis.

Pewarta: Kisno Umbar
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Radar Malang