Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Kali Metro

Malang Kota – Hujan lebat yang mengguyur Kota Malang mengiringi peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Kali Metro, Kecamatan Merjosari, kemarin (5/1). Bahkan, saat itu Rektor UB (Universitas Brawijaya) Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS terlihat tak canggung  meski harus sedikit berbasah-basahan. Dengan penuh semangat dia lantas meletakkan batu pertama untuk pembangunan jembatan tersebut.

Warga pun terlihat antusias dengan dilaksanakannya pembangunan jembatan hasil kerja sama Fakultas Teknik UB dan Jawa Pos Radar Malang itu. Lantaran, sudah 10 tahun warga mengirim proposal ke sana kemari untuk pembangunan jembatan tersebut.

”Saya tadi (kemarin) diceritani Pak RW. Jembatan ini dirintis sudah hampir 10 tahun. Buat proposal ke sana kemari. Ternyata, kok pas tidak diajukan dengan proposal ke UB, malah jadi,” ujar Bisri.

Sementara itu, menurut Ketua Pelaksana Pembangunan Jembatan Dr Ir Pitojo Tri Juwono MT, jembatan ini akan dibangun dalam waktu kurang lebih 4 bulan dengan anggaran kurang lebih Rp 656 juta. Konstruksinya sendiri adalah kombinasi antara baja dan beton.

”Lebar jembatannya 3 meter dan panjang bentangnya 20 meter. Ketinggian lantai jembatan dari dasar sungai yaitu 5,6 meter. Dan, kedalaman fondasinya 2 meter,” terang Pitojo.



Sedangkan Direktur Radar Malang Kurniawan Muhammad dalam sambutannya menyatakan bahwa pembangunan jembatan bersama Fakultas Teknik UB ini merupakan kali keempat dalam rentang waktu empat tahun.

”Kemudian sekarang beliau sudah 1 periode menjadi rektor. Jadi, kalau 1 periode membangun 4 jembatan, berarti kalau 2 periode 8 jembatan. Begitu kira-kira,” ucap Kurniawan disambut tepuk tangan dan tawa segenap undangan yang hadir.

Menurut dia, belum ada rektor dan media yang peduli dengan pembangunan jembatan. Jadi, kegiatan ini merupakan sinergi antara kampus dan media untuk membangun jembatan.

”Sebab, jembatan mempermudah orang lain. Insya Allah kalau kita sering-sering membangun jembatan dan mempermudah orang lain, jalan kita juga akan dipermudah Allah SWT,” ujarnya.

Warga sekitar jembatan mengaku sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Salah satunya, yaitu Ummu Arifah, 52, yang anaknya sering kali lewat di sana.

”Tertolong sekali dengan adanya pembangunan jembatan ini. Di seberang sana ada pondok dan rumah warga. Anak saya juga mondok dan harus lewat jembatan itu. Anak sekolah juga lebih terfasilitasi,” terang Ummu.

Menurut Ummu, di Kali Metro pernah ada 3 anak hanyut dan hanya 2 anak yang tertolong. Pernah juga mobil yang kebetulan lewat terseret sungai hingga 100 meter saat hujan deras.

Warga yang lain, Sujiati, 48, mengaku sangat bersyukur dengan pembangunan jembatan ini. ”Bersyukur banget, alhamdulillah. Kalau hujan kaya gini ingin cepat-cepat segera jadi. Sebab, saya kan tiap hari lewat sini. Anak-anak saya juga. Kalau hujan suka takut. Saya juga berharap jalannya diaspal karena kalau hujan tanahnya jadi becek dan licin. Saya sering jatuh, Mbak,” ujarnya.

Pewarta: NR4
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati