Pelatihan Manajemen Kelelahan untuk Anak Penderita Kanker

Selama menjalani pengobatan kanker, pasien tentu mengalami kelelahan, termasuk pada pasien anak. Tetapi, kelelahan selama pengobatan kanker dapat dikurangi dengan mengatasi penyebabnya, antara lain nyeri, kecemasan, masalah nutrisi, masalah tidur, kurangnya aktifitas dan ketidaktahuan menghemat tenaga.

Pasien anak yang berkurang kelelahannya akan mempengaruhi proses terapi kanker. Sebaliknya, pasien anak yang terus mengalami kelelahan akan mempengaruhi kebugaran, aktifitas termasuk sekolah dan kondisinya menurun.

“Jika dibiarkan, kelelahan akan menurunkan kualitas hidup anak,” kata Dosen dan Peneliti Departemen Keperawatan Anak Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Dr. Allenidekania, SKp. MSc, Selasa (5/12).

Untuk itu, ungkapnya, mengelola kelelahan pada pasien kanker anak menjadi bagian dari asuhan keperawatan. Dengan tetap melibatkan si pasien serta keluarganya.



Allen mengungkapkan metode pelatihan tersebut telah dilakukan pada bulan Agustus sampai Oktober 2017, di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta. Sebanyak 10 orang perawat pelaksana telah dilatih melakukan manajemen kelelahan yang terdiri dari enam modul manajemen kelelahan yang disusun oleh Allenidekania, Nurachmah, Rustina dan Eryando (2017).

Selain perawat pelaksana, pelatihan juga diikuti 29 pasien anak dengan kanker yang dirawat pada periode September dan Oktober 2017 di RSAB Harapan Kita dan orangtuanya.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Allen berharap dapat memberikan edukasi mengelola nyeri karena penyakit kanker, nyeri prosedur terapi, manajemen kecemasan, manajemen nutrisi termasuk mual dan muntah selama pemberian terapi kanker, menciptakan tidur sehat, melatih kebugaran melalui senam ringan dan tehnik menghemat tenaga.

“Hal ini dilakukan karena tingginya prevalensi kelelahan pada anak dengan kanker sebesar 44,2 persen anak dengan kanker di Indonesia,” jelasnya seperti yang juga diungkap dalam penelitian oleh Allenidekania, Kusumasari, dan Lukitowati, 2012.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi atau jumlah kanker anak umur 0-14 tahun sebesar sekitar 16.291 kasus. Sementara jenis kanker yang paling banyak diderita anak di Indonesia yaitu Leukemia dan kanker bola mata (Retinoblastoma).

Sementara itu, data Global Burden Cancer tahun 2012, jumlah kasus kanker baru pada anak-anak dan dewasa, mencapaiĀ  14,1 juta kasus dengan 8,2 juta kematian. Data ini menunjukkan adanya peningkatan jika dibandingkan dengan data tahun 2008, dengan 12,7 kasus baru denganĀ  7,6 juta kematian.


(ika/JPC)