Pelantikan Wakil Sanusi Tunggu Instruksi Mendagri

KEPANJEN – Resmi terpilih sebagai wakil bupati Malang sejak tanggal 9 Oktober lalu, hingga sekarang belum ada tanda-tanda kapan Soedarman secara sah bakal mengisi posisi N2. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kunjungannya ke Kecamatan Ngajum pada Kamis (5/12) lalu, turut menyampaikan bahwa pihaknya juga belum menerima tembusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pelantikan Soedarman. ”SK (surat keputusan)-nya ya harus ke Mendagri dulu, ke Pak Bupati lah (bertanya nya). Pokoknya di meja saya, insya Allah surat-surat seperti itu nggak akan bermalam,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu menuturkan bahwa sampai sekarang pihaknya juga masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat. ”Lha wong suratnya ke Mendagri saja belum, pokoke teman-teman pastikan kalau pelantikan seperti ini insya Allah cepat,” sambungnya. Meski demikian, Khofifah memastikan bahwa jalannya birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Malang  tetap akan berjalan lancar meski bupati Malang untuk sementara menjadi single fighter.

Sementara itu, Bupati Malang H.M. Sanusi menuturkan bahwa seluruh prosedur pengajuan di tingkat pemerintah daerah sudah tuntas. ”Ya nunggu saja, begitu SK turun ya dilantik, kalau nggak ada dasar kan nggak bisa,” jelasnya.

Di tingkat DPRD Kabupaten Malang, Sanusi menyampaikan bahwa seluruh prosedur yang harus dipenuhi oleh pemkab telah diserahkan ke provinsi. ”Semua (dokumen) sudah di sana, terakhir Bu Gubernur mengajukan ke Mendagri, sekarang ya kami menunggu,” imbuhnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bahwa salah satu penyebab lambatnya proses penurunan SK pelantikan wakil bupati adalah pergantian struktur kabinet di tataran pemerintah pusat.

”Menteri dalam negerinya juga ada reshuffle, maka prosesnya harus menunggu lagi,” tambah Sanusi. Meski demikian, Sanusi berharap SK tersebut bisa segera diturunkan agar wakil bupati terpilih bisa segera menjalankan tugas dan kewajibannya.

Selagi wakilnya belum dilantik, bapak empat anak itu memastikan bahwa roda pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya. ”Buktinya selama ini berjalan baik-baik saja, nggak ada masalah,” tukas Sanusi.

Seperti diketahui, jika mengacu pada sisa masa jabatan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), maka periode kepemimpinan Sanusi akan berakhir pada Februari 2021 mendatang.

Sementara itu, dengan tenggang waktu 18 bulan sejak terpilihnya Soedarman, maka sisa masa jabatan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara tersebut hanya tersisa 1 tahun 1 bulan jika pelantikan dilakukan Januari mendatang. Masa jabatannya tentu bakal lebih singkat bila masa pelantikan belum menemui kejelasan.

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya