Pelaku UKM Senang Gunakan Gas Bumi

JawaPos.com – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus memperluas jaringan gas (jargas) di wilayah Surabaya, Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa menikmati suplai gas bumi. Apalagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang banyak menggunakan gas untuk menjual barang dagangannya.

Sales Area Head PGN Area Surabaya-Gresik Misbachul Munir mengatakan, saat ini PGN sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah terus berupaya memperluas jaringan gas (jargas) agar makin banyak masyarakat yang bisa menikmati suplai gas bumi.

“Sebagai Sub Holding Gas, PGN siap menjalankan peran untuk semakin memperluas pemanfaatan gas bumi ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau energi baik gas bumi,” kata Misbachul Munir, Selasa (30/6).

Saat ini selain melayani kebutuhan kelistrikan, industri dan komersial, PGN juga melayani pelanggan rumah tangga dan UMKM. Pelanggan rumah tangga PGN tersebar di wilayah Surabaya Timur, Surabaya Tengah dan di wilayah Surabaya Selatan. Di Surabaya, ada sekitar 26.762 Rumah Tangga yang telah menikmati aliran gas bumi.

Sementara itu, salah seorang penjual rawon di kawasan Pucang Anom, Surabaya, mengaku dapat menekan pengeluaran untuk bahan bakar setelah menggunakan gas bumi yang disalurkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sejak pertengahan tahun 2016. Sebelumnya Liswati menggunakan gas tabung.

“Dulu kami tidak tahu perbedaan antara gas bumi dengan gas tabung. Ternyata gas bumi ini hemat dan aman. Kalau dulu saat menggunakan gas tabung, dalam sebulan saya bisa habis sekitar Rp 5 juta hanya untuk bayar bahan bakar, tetapi setelah menggunakan gas bumi yang melalui pipa, tagihan sebulan hanya sekitar Rp 2,5 hingga Rp 2,9 juta per bulan. Sehingga dalam sebulan, saya bisa menghemat uang untuk bahan bakar sekitar Rp 2 juta,” tuturnya.

“Dengan adanya selisih biaya tersebut maka sisa uang bisa ia alokasikan untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Selain hemat, ia mengaku juga sangat aman. Karena tekanan gas bumi melalui pipa ini lebih rendah dibanding energi yang digunakan sebelumnya, maka kekhawatiran terjadi ledakan saat ada kebocoran gas tidak ada. “Pernah salah satu kompor saya ada yang bocor, tetapi masih bisa saya gunakan,” ujarnya.