Pelaku Curanmor Keok gara-gara GPS

MALANG KOTA – Setelah beraksi puluhan kali, sindikat pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Malang akhirnya berhasil digulung oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Lowokwaru. Kemarin (8/9), para tersangka yang berjumlah tiga orang tersebut dihadirkan dalam reka ulang di tempat parkir Universitas Brawijaya (UB).

Mereka adalah Ahmad Holilur Rohman, 26, Didik Irawan, 30, dan Abdul Ghofur, 37.  Dalam aksinya, tersangka yang semuanya tinggal di Kabupaten Pasuruan ini selalu menggunakan kunci T.

Kapolsek Lowokwaru Kompol Pujiyono menyatakan, aksi pelaku terungkap akibat kecerobohannya sendiri. ”Terang saja, motor yang mereka curi terpasang global positioning system (GPS),” kata Pujiyono.

Peristiwa yang terjadi Selasa lalu (4/9) itu menimpa Tioni Caroline Agatha, 18, mahasiswi Fakultas Pertanian UB yang sedang kerja kelompok di kampusnya sekitar pukul 19.00.  Motor Beat bernopol B4497KEY miliknya, dia parkir di halaman gedung fakultas. Namun, saat hendak pulang sekitar pukul 22.00, dia kaget karena motornya raib. ”Lha saya bingung tanya anak-anak. Ternyata tidak ada yang tahu,” kata mahasiswi asal Bekasi itu. Caroline pun sempat mencari-cari motornya, karena mungkin dia lupa memarkir motor tersebut. Namun tetap juga tidak ditemukan. Tidak menunggu lama, dia pun melaporkannya ke Polsek Lowokwaru.

Mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak. Pihaknya kemudian melakukan penelusuran GPS tersebut. ”Pagi sekali (5/9) kami langsung bergerak melacak GPS karena masih terdeteksi,” terangnya.



Mantan kapolsek Bumiaji itu menyatakan, timnya bergerak ke arah Kabupaten Pasuruan dengan melacak GPS. Benar saja, Abdul Ghofur dibekuk di rumahnya, Dusun Karangnongko, Desa Karang Menggah, Kecamatan Wonorejo, dengan barang bukti motor Beat biru putih milik korban. ”Setelah kami periksa, ternyata dia penadahnya,” sambungnya.

Dari hasil pengembangan, polisi langsung menangkap Ahmad Holilur Rohman di rumah Didik Irawan. Saat dilakukan pemeriksaan, keduanya diduga sebagai komplotan pencurian kendaraan bermotor di kawasan kampus Kota Malang. ”Dari rumah tersangka ini, kami juga menyita motor hasil curian,” sambungnya. Yaitu Supra X bernopol N4753TBJ. Ketiganya pun kini harus mendekam di balik jeruji besi dengan jeratan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Curanmor. (jaf/c1/mas)