Pelajar di Kota Batu Jadi Target Peredaran Pil Koplo

JUNREJO – Para orang tua dan wali murid siswa di Kota Batu, sepertinya harus selalu memperhatikan putra-putri mereka. Sebab, selama ini peredaran pil double L atau pil koplo banyak menyasar di kalangan pelajar.

Hal tersebut terungkap dari 9 kasus yang ditangani Polres Batu beserta polsek jajaran di tahun ini. Sebanyak 11 ribu butir pil double L pun berhasil digagalkan beredar.

Kasatreskoba Polres Batu Iptu Yusi Purwanto menjelaskan, peredaran pil double L menjadi kasus dengan pengungkapan urutan kedua setelah kasus sabu-sabu.

Sejumlah barang bukti pil double L berhasil disita sebanyak 11 ribu butir sepanjang tahun ini. ”Kasus ini (peredaran pil double L) dari tahun ke tahun mengalami peningkatan,” kata dia.

Pada 2017 dan 2018 ada sekitar 5 kasus pengungkapan dengan barang bukti di bawah 10 ribu butir pil double L. ”Sedangkan untuk tahun ini ada 11.755 butir pil double L dengan 9 kasus yang diungkap,” terang Yusi.

Hasil itu didapat dari pengungkapan Januari–Oktober lalu. Dari semua pengungkapan kasus pil double L, diringkus 9 tersangka yang selama ini jadi pengedar.

Terakhir pengungkapan kasus pil double L pada Juli di Jalan Sai, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, dengan 1 tersangka. Dari kasus ini, Satreskoba Polres Batu mengamankan barang bukti 3.000 butir pil double L siap edar.

”Ini hasil dari penyelidikan kepolisian terhadap para pengguna yang mengaku pernah membeli, maka saat itu pihak polisi melakukan undercover (penyamaran),” tambah Yusi.

Dia menambahkan, untuk pasokan pil double L biasanya didapatkan dari wilayah Mojokerto, Kediri, dan Malang. Untuk modus penyebaran pada pemakai dilakukan pengedar dengan jaringan terputus.

”Pengguna membeli pil double L melalui SMS atau media sosial tanpa bertemu (pengedar). Istilahnya barang diranjau,” kata dia.

”Setelah transaksi melalui transfer bank selesai, maka pengedar akan mengirimkan pil double L dan diletakkan di suatu tempat, lalu difoto dan diambil pembeli,” lanjut mantan Kanit Tipikor di Satreskrim Polres Batu tersebut.

Yusi juga menjelaskan pil double L masih banyak dikonsumsi oleh kalangan pelajar, terutama SMP dan SMA, karena harganya terbilang murah.

”Pil double L paling diminati oleh kalangan pelajar lantaran murah dengan harga Rp 20 ribu mendapatkan 8 butir,” imbuhnya.

Pengguna ini ada yang memang hanya coba-coba dan sudah kebiasaan karena ingin menghilangkan kejenuhan sesaat. ”Biasanya mereka meminum pil double L dengan dicampur kopi untuk memacu jantung,” kata dia.

”Ya, efeknya menenangkan katanya seperti setengah sadar. Terus mereka kebanyakan mengaku untuk menghilangkan stres, saya berharap masyarakat yang mengetahui hal serupa bisa cepat melaporkan,” bebernya.

Yusi juga mengimbau kepada para orang tua untuk menjaga dan mengawasi kegiatan dari aktivitas anak-anaknya supaya terhindar dari bahaya peredaran pil koplo.

Lebih lanjut, Yusi menerangkan untuk pengguna sendiri tidak dapat dipidanakan karena tidak ada peraturan yang mengatur hal tersebut. Ditambah pil double L merupakan obat yang peredarannya juga ada di apotek.

”Double L sejatinya adalah obat keras untuk penyakit parkinson, thremor, dan obat penenang, bahkan juga sebagai obat anjing gila.

Jadi, dalam penggunaan maupun pembeliannya di apotek, tidak sembarangan dan harus menggunakan resep dokter,” katanya.

Pewarta : Nugraha
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro