Pejabat PBB Dilarang Pakai WhatsApp

RADARMALANGID – Pejabat di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ternyata tidak menggunakan WhatsApp sebagai sarana berkomunikasi. Hal itu disebabkan layanan milik Facebook ini dianggap kurang aman.

“Pejabat resmi di PBB diinstruksikan untuk tidak menggunakan WhatsApp, ia tidak didukung sebagai sebuah mekanisme yang aman. Jadi saya tak yakin sekjen PBB memakainya,” kata juru bicara PBB, Farhan Haq, dikutip dari Reuters (24/1).

Ia menjawab pertanyaan dari media apakah Sekjen PBB, Antonio Guterres, berkomunikasi dengan pemimpin dunia menggunakan WhatsApp, menyusul kabar bahwa pangeran Arab Saudi membajak ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, melalui WhatsApp.

Sebelumnya, ahli hak asasi manusia PBB pun meminta agar otoritas terkait untuk segera melakukan investigasi mengenai kasus ini.

“Informasi yang kami terima menunjukkan kemungkinan keterlibatan Putra Mahkota dalam pengintaian Bezos, dalam upaya untuk memengaruhi, bahkan membungkam laporan The Washington Post tentang Arab Saudi,” kata ahli PBB dalam keterangan resminya.

“Dugaan peretasan ponsel Mr. Bezos dan yang lainnya, menuntut investigasi secepatnya oleh Amerika Serikat dan otoritas lainnya,” sambungnya.

Kembali ke soal PBB tak memakai WhatsApp, pihak layanan pesan singkat itu angkat bicara. “Setiap pesan privat dilindungi dengan enkripsi end to end untuk mencegah WhatsApp atau yang lain melihat pesan itu,” kata WhatsApp tentang keamanan layanannya.

“Teknologi penyandian yang kami kembangkan dengan Signal dianggap tinggi oleh ahli keamanan dan masih tetap yang terbaik bagi orang-orang di seluruh dunia,” klaim mereka.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Business Insider
Penyunting: Fia