Pedagang Puding Diwajibkan Lapor

KARANGPLOSO – Ini kelanjutan dari kasus keracunan yang dialami 23 siswa SDN Tawangargo 02, Kecamatan Karangploso. Wiji Santoso, pedagang puding jeli yang diduga mengakibatkan kasus keracunan, itu mencuat telah diamankan Polsek Karangploso.

Disinyalir, bahan jeli yang dipakai Wiji Santoso sudah kedaluwarsa. Kini Wiji telah dilepaskan pihak kepolisian. Meski begitu, dia tetap diwajibkan untuk lapor ke Mapolsek Karangploso. Kewajiban itu harus dia lakukan hingga proses penyidikan selesai.

Apakah Wiji dimungkinkan terkena sanksi? Kapolsek Karangploso AKP Effendy Budi Wibowo membenarkannya. Dia mengatakan, bisa saja yang bersangkutan dikenai sanksi sesuai dengan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Mengakibatkan Matinya Orang.

Ancaman hukumannya paling lama hingga 5 tahun penjara. ”Tapi, tetap menunggu hasil proses penyidikannya nanti,” kata dia. Menurut dia, beberapa orang tua dari 23 siswa tersebut ada yang tidak terima dengan kejadian itu.

Seperti diketahui, kasus keracunan itu membuat sejumlah siswa mengalami muntah-muntah. Ada pula yang diketahui pingsan. Seperti yang dialami Nizam, siswa kelas IV. Ika, orang tua dari Nizam, berharap penjual puding tersebut bisa dikenakan sanksi. ”Saya harap dia (Wiji Santoso) tidak kembali berjualan di sekolah,” kata dia.

Sementara itu, Nizam yang ditemui kemarin (6/10) di rumahnya tampak sudah sehat dan sudah bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Hanya, dia mengaku tenggorokannya masih terasa sakit. ”Jika dibuat makan masih sakit,” kata dia.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya