Pedagang Comboran Masih Ngemper

Pasar comboran Kota Malang.

MALANG KOTA – Sesuai rencana, Februari lalu harusnya Pasar Comboran sisi timur sudah bisa ditempati pedagang. Bahkan, pasar yang sempat terbakar itu telah dibangun cukup bagus, dan disebut-sebut bakal menjadi mal pertama khusus barang second (bekas).

Sayangnya, sampai kemarin (19/4) ternyata ratusan pedagang masih belum bisa menempati pasar baru itu. Mereka tetap harus ngemper (jualan) di pinggir-pinggir jalan.

Penyebabnya, pembangunan pasar bagian belakang masih ada yang belum tuntas. Dana dari Pemkot Malang masih kurang.

Marsenin, pedagang besi di Comboran Timur, mengatakan bahwa dirinya tidak melihat tanda-tanda akan dipindah. Ditanya apakah siap untuk pindah ke pasar yang memiliki 252 los dan 80 bedak itu? Warga Buring tersebut tegas tidak menolak.

”Belum dengar akan segera pindah,” ujar dia di depan lapaknya.

Pasar yang memakan dana Rp 8,14 miliar dari APBD 2014 itu bisa menampung 238 pedangang kaki lima (PKL) yang selama ini berdagang di Jalan Sartono dan Jalan Prof Moch. Yamin. Juga, pedagang di Jalan Halmahera. Namun, hingga kini penyelesaian pembangunan pasar masih belum sepenuhnya rampung.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto menyatakan, pihaknya masih belum melakukan pengerukan pasar bagian belakang dan pengadaan seng untuk lapak di belakang. Alasannya, dana yang dianggarkan dulu ternyata masih kurang.

”APBD 2017 yang itu tidak cukup,” ujarnya.

Kata Wahyu, pihaknya sudah menganggarkan Rp 180 juta untuk menyelesaikan pembangunan di bagian belakang. Rencananya, pembangunan sudah bisa dilakukan bulan depan. Dana tambahan itu, menurutnya, juga sudah cukup.

”Kami (pembangunan) tahu di sana (Pasar Comboran, Red) macet. Akan kami segerakan penyelesaiannya. Bulan depan lah,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Eka