Pecahkan Kemacetan Buduran-Waru, Prioritaskan Frontage dan Flyover

JawaPos.com – Infrastruktur menjadi fokus utama. Pemkab Sidoarjo berjanji memprioritaskan sektor tersebut saat membahas draf PAK APBD 2019 bersama DPRD. Termasuk frontage road dan lahan flyover Gedangan. Dewan mengingatkan pentingnya perencanaan.

Saat ini Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo menginvetarisasi program-program prioritas. Infrastruktur diutamakan. Mulai peningkatan jalan, pengerukan saluran, hingga perbaikan sekolah yang rusak.

Kepala Bappeda Agoes Boedi Tjahjono memastikan, pembangunan fisik tetap prioritas utama dalam PAK. Sebab, masih ada proyek infrastruktur yang membutuhkan dana besar. ”Kami penuhi itu dalam PAK,” jelasnya kemarin (22/6).

Agoes mencontohkan kelanjutan frontage road. Pemkab berjanji menambah anggaran pembangunan fisik jalan sepanjang 9,2 km tersebut. Sebab, alokasi anggaran di dalam APBD 2019 hanya Rp 50 miliar.



’’Ditambah Rp 100 miliar,’’ ungkapnya. Dengan begitu, lahan yang sudah dibebaskan bisa segera digarap. Beban kerja pemkab lebih ringan. ’’Tahun depan menuntaskan kekurangan,’’ ucapnya.

Selain frontage road, rencana flyover Gedangan jadi perhatian. Pemerintah pusat menyatakan siap membangun fisik flyover. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII akan menggarap jembatan layang sepanjang 477 meter itu. Syaratnya, Pemkab Sidoarjo membebaskan lahannya.

Agoes menyatakan, pemkab berupaya mempercepat pembangunan flyover tersebut. Simpang empat Gedangan semakin padat. Namun, pembebasan lahan juga harus diawali dengan pendataan dan perencanaan proyek. ’’Tahun ini kami upayakan mulai,’’ katanya.

Bagaimana bidang-bidang lain? Di sektor pendidikan, anggaran rehab sekolah yang rusak juga ditambah. Saat ini alokasi dananya Rp 32 miliar. Pembenahan saluran air dan normalisasi pun dibutuhkan untuk mengurangi genangan. Anggarannya saat ini Rp 90 miliar.

Menurut Agoes, program yang diusulkan dalam PAK harus berdasar pertimbangan, tidak asal. Sebab, pengerjaannya dibatasi waktu. Akhir tahun pembangunannya harus tuntas. ’’OPD harus siap merampungkan program yang diusulkan,’’ jelasnya.

Rencana PAK pemkab itu mendapatkan dukungan dari dewan. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Dhamroni Chudlori menyatakan, penuntasan infrastruktur sangat penting. Pembangunan fisik tersebut juga berfungsi meningkatkan perekonomian.

Contohnya, flyover Gedangan dan frontage road. Dua program itu menjadi solusi masalah kepadatan lalu lintas di Waru sampai Buduran. Jika arus kendaraan lancar, pengiriman barang perusahaan pun meningkat. ’’Semakin banyak investor yang melirik Sidoarjo,’’ tuturnya.

Namun, tegas Dhamroni, yang tidak kalah penting ialah perencanaan. Tahun depan, 2020, seluruh pembangunan harus dirancang sejak akhir 2019 ini. Tujuannya, mempercepat realisasi program.

Dia mencontohkan pembangunan jalan. Saat PAK, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo menyusun perencanaan. Lelang digelar di akhir tahun. ’’Februari tahun depan pekerjaan sudah berjalan,’’ ujarnya.

Menurut Dhamroni, cara itu sangat efektif menurunkan silpa. ’’Karena ada tambahan waktu pembangunan. Tidak seperti tahun ini, perencanaan dan pembangunan dikerjakan di tahun yang sama,’’ jelasnya. Sebab, dari tahun ke tahun, silpa APBD terus membengkak. Jumlahnya lebih dari Rp 1 triliun