PDIP Dikabarkan Bergabung, Nanda Siap Maju N1 di Pilkada Kota Malang

Wanita yang akrab disapa Nanda tersebut pun mengaku siap maju dalam Pilkada Kota Malang jika memang diberi kepercayaan oleh partai yang mendukungnya.

“Karena saya siap untuk maju dalam pilkada ini, maka ketika ada kepercayaan dari partai-partai pada saya, saya siap menerima dan menjalankannya dengan baik,” ujar Nanda ketika ditemui dirumahnya, Selasa (2/1).

Meski saat ini Nanda belum menerima rekomendasi tertulis secara resmi dari DPP PDIP terkait pencalonan dirinya sebagai bakal calon wali kota, namun wanita yang kini masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Malang ini mengaku sudah mendapatkan tanda positif dari PDIP.

“Sebelumnya kami sudah berproses di DPP PDIP, nanti akan ada hasilnya. Kita tunggu rekomnya turun,” ungkapnya.



Sementara itu, terkait sosok calon wakil wali kota yang akan mendampinginnya, Nanda optimis jika PDIP akan memilih kader terbaiknya. “Kalau saya dipasangkan dengan kader PDIP, maka saya percaya bahwa PDIP akan memilih kader terbaiknya,” imbuh Nanda.

Sebelumnya, Nanda memang tidak mendaftar dalam bursa pencalonan wali kota maupun wakil wali kota yang telah dibuka PDIP. Menanggapi hal ini, ia menilai pencalonannya sah saja, sebab setiap partai memiliki mekanisme lain dalam menentukan calon yang diusung, selain mempertimbangkan calon yang mendaftar.

“Saya berada di dunia politik di Malang sudah hampir 10 tahun. Tentunya masyarakat sudah bisa menilai saya, apakah layak dipilih atau tidak. Saya kira gender tidak masalah,” tandas wanita berhijab itu.

Jika PDIP memberikan rekomendasi pada Nanda, artinya akan menambah deretan partai yang kini telah mendukungnya, yakni PAN, Hanura, dan PPP. “Saat ini saya juga masih terus melakukan komunikasi dengan semua partai. Semua masih berpikir dan berproses,” katanya.

Disinggung soal pencalonannya dengan petahana yakni Moch Anton, Nanda mengaku rencana tersebut sudah berlalu dan tidak perlu dibahas lagi. Padahal sebelumnya, santer kabar bahwa Nanda akan mendampingi M. Anton dalam Pilkada Kota Malang 2018.

“Banyak pihak yang menginginkan saya maju bersama petahana termasuk para ulama. Namun petahana memberikan persyaratan-persyaratan yang saya rasa sudah tidak perlu dibahas lagi,” pungkasnya


(fis/JPC)