PAUD Tunas Bina Dibongkar, Kegiatan Belajar Pindah ke Masjid








JawaPos.com – Pasca dibongkarnya gedung PAUD Tunas Bina, Taman Sari, Jakarta Barat, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Semua aktifitas sementara dipindahkan ke Masjid Al Ikhlas Kantor Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.







Salah seorang jasa pengajar PAUD Tunas Bina Rosliana mengatakan semua peralatan PAUD juga sementara diletakan di masjid tersebut. Karena pihaknya belum mendapatkan kepastian lokasi untuk relokasi.







“Semua peralatan dipindah ke Masjid Al Iklas, kegiatan belajar mengajar tetap berlanjut agar anak-anak tetap mendapatkan pelajaran,” kata Rosliana Pada JawaPos.com Jumat (19/10).







Dia menceritakan saat pembongkaran dilakukan, kegiatan belajar mengajar memang tengah berlangsung. Anak-anak yang sedang belajar pun histeris. Sambil menenangkan, para jasa pengajar meminta anak-anak untuk membantu mengeluarkan peralatan di dalam PAUS, seperti meja dan kursi.














“Pas lagi belajar, kemudian saya lihat anak-anak keluar satu persatu bawa bangku mereka,” ungkapnya. 








Saat itu, dirinya sedang berada di dalam ruang guru untuk mengawasi buku-buku penting milik PAUD. “Kebetulan saya sedang berada di ruang guru. Di situ kan ada buku-buku pelajaran anak-anak, buku administrasi dan buku tabungan anak-anak juga. Jadi saya utamakan bereskan itu dulu,” ucapnya.








Lili sapaan akrabnya juga menjelaskan terkait pembongkaran PAUD yang dilakukan sudah dilayangkan surat sejak April lalu, namun hal itu berlalu begitu saja. Surat tersebut juga hanya diterima oleh Sekretariat RW 07 yang berada di sebelahnya.







“Ada surat pemberitahuan, cuma ke kantor RW bulan April lalu. Tapi ini tiba-tiba datang langsung mau bongkar. Kami sih sudah siap dengan pemberitahuan itu, tapi kalau dadakan gitu kan jadi bingung mau ngapain,” jelas Lili.







Sementara Lili menuturkan terkait bangunan, Ketua RW 7 memberi tahu jika PAUD akan dibongkar setelah pihaknya sudah mendapatkan tempat baru atau relokasi. Namun ia mengaku pihaknya malah ditawarkan dua opsi setelah tempat mengajarnya hancur.







“(Ketua) RW ngomong, kalau ini akan dibongkar setelah ada tempat relokasi untuk kami. Malah, pihak Kecamatan tawarkan dua opsi antara kami ikut RW lagi atau kami dikasih ruang di sekitaran kantin Kecamatan Tamansari,” tutur Rosliana.







(dik/JPC)