Acara Green School Festival 2017 ini pun semakin spesial dengan kehadiran para pejabat di Kota Malang. Di antaranya, Wali Kota Malang H. Moch. Anton yang didampingi Sekkota Drs Wasto, dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Hj. Dewi Farida Suryani. Selain itu, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang (Kadisdik) Dra Zubaidah MM, Kepala Dinas Pendapatan Ade Herawanto, dan forpimda.

Menurut Anton, kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang yang setiap tahunnya diselenggarakan dalam bentuk  GSF  ini sangat patut diapresiasi.  Sebab, dari tahun ke tahun perkembangan dan manfaat dari kegiatan GSF ini begitu tampak sekali.

Setiap tahun seluruh stakeholders sekolah, baik kepala sekolah, para guru, wali murid, termasuk semua jajaran yang berkepentingan dan berkompeten dalam GSF ini mampu membuktikan kualitas yang lebih baik.

Kualitas ini mencakup kualitas sekolah secara fisik, infrastruktur, dan kualitas anak didiknya. Anton menginginkan Kota Malang benar-benar layak dikatakan sebagai Kota Pendidikan dan jauh dari image sekolah yang memprihatinkan.

Selain itu, dia juga menambahkan, ajang GSF ini menjadi salah satu poin dari penilaian Adipura Kencana. Yang mana, predikat Adipura ini harus dipertahankan masyarakat Kota Malang.

Dia juga berpesan agar semakin tahun sekolah Adiwiyata ini tak hanya dipertahankan, tapi lebih ditingkatkan lagi jumlahnya agar sekolah di Kota Malang secara keseluruhan terlihat bagus dan indah.

Sementara itu, Dra Zubaidah, kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, menerangkan, GSF ini tidak hanya pada kegiatan peduli lingkungan tapi imbasnya besar sekali. Selain bertambahnya jumlah peserta, berimbas pada penguatan pendidikan karakter yang sedang didengungkan di mana-mana.

Tujuannya, agar bisa menjadi kebiasaan untuk para siswa-siswi. Terutama budaya kebersihan lingkungan, menyayangi sesama, dan cinta terhadap makhluk hidup yang ada di sekitar sekolah seperti tanaman maupun hewan.

Di sisi lain juga menambah deretan nama sekolah  yang memperoleh Adiwiyata dan UKS. ”Semuanya ikut berbenah. Sekolah-sekolah berusaha agar tampak bersih dan indah. Meski belum juara, mereka berusaha melakukan yang terbaik untuk meraih juara ke depannya,” ungkap dia.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menyebutkan jika dari tahun ke tahun jumlah peserta GSF selalu mengalami peningkatan. Dari data Dinas Pendidikan Kota Malang, jumlah peserta GSF 2017 ada 377 sekolah yang terdiri dari 273 SD dan 104 SMP.

”Kita harus bangga karena di provinsi lain belum ada yang melaksanakan GSF dengan menggunakan metode yang kita lakukan. Yakni, partisipatif yang  melibatkan seluruh stakeholders sekolah, bukan hanya siswa dan guru, tapi wali murid, karyawan, bahkan masyarakat ikut andil,” ujarnya.

Menurut Kurniawan, kegiatan ini sangat bagus untuk menguatkan pendidikan karakter pada para siswa. Selain itu, dia mengungkapkan dukungannya pada Dinas Pendidikan Kota Malang yang mewajibkan semua sekolah untuk ikut serta dalam program ini. Sebab, jika kita melakukan sesuatu yang baik, pasti hasilnya juga akan baik. (nr3/tab/c2/lid)