Paslon Kompak Terapkan Kampanye Damai

Paslon Kompak Terapkan Kampanye Damai

Harapannya tercipta suasana yang aman dan tertib. Karena itu, diperlukan sikap dan komitmen para paslon dalam hal ini. ”Pemilu damai perlu kerjasama paslon dan tim pemenangan,” ujarnya.Munin menjelaskan, masa kampanye yang berlangsung selama empat bulan lebih tersebut harus dimanfaatkan oleh paslon dan timses.

Yaitu, untuk berkomunikasi dengan rakyat secara optimal. Dari situ, rakyat bisa mengetahui. Setelah itu, bisa jatuh pilihan. ”Sebab, kampanye adalah komunikasi,” terangnya.Dia mengajak semua pihak untuk menolak segala politik uang, politik SARA, dan kampanye hitam, ”Selamat berkampanye untuk semua paslon,” terangnya.

Ketua Panwaskab Bojonegoro M. Yasin mengajak semua pihak untuk memanfaatkan potensi dan energi untuk berkampanye dengan riang gembira. ”Jangan sampai ada gesekan, saling menjelekkan, isu SARA, dan sebagainya,” jelasnya.

Dia mengajak semua pihak untuk menginformasikan hal itu sampai ke tingkat bawah. Harapannya, semua bisa menerapkan kampanye damai dan tercipta suasana yang sejuk. ”Hindari tempat-tempat yang dilarang dan hindari orang yang dilarang untuk berkampanye,” ujar dia.

Tempat yang dilarang adalah sekolah, tempat ibadah, dan tempat pemerintahan. Sedangkan orang yang dilarang untuk didekati adalah PNS dan TNI/Polri. Dia menambahkan, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan paslon saat ini, yaitu blusukan, tatap muka, dan pertemuan terbatas. Sedangkan, kampanye terbuka akan dilakukan mulai 10 Juni mendatang.  



Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, mulai kemarin semua paslon, komisioner KPUK, dan panwaskab akan mendapat pengawal pribadi (walpri) dari polres. Pengawalan tersebut untuk memberikan kenyamanan dan semangat pada peserta dan penyelenggara pilkada.

”Para pengawal itu murni mengawal. Mereka tidak mencari data untuk dilaporkan. Jika ada yang melanggar, laporkan pada kami. Secepatnya akan diganti,” ungkap Kapolres.Deklarasi kampanye damai kemarin, ditandai dengan pelepasan burung merpati dan balon oleh para paslon. Setelah itu, penandatanganan pakta integritas. Penandatanganan deklarasi dilakukan oleh semua pihak, mulai paslon, KPUK, panwaskab, polres, hingga masyarakat. 

(bj/rod/zim/nas/bet/JPR)