Pasar Sayur Akhirnya Rampung

TEMAS – Para pedagang di Pasar Sayur Kota Batu kini lega. Sebab, setelah ditunggu-tunggu, pembangunan pasar yang ada di Jalan Dewi Sartika itu, akhirnya rampung. Seperti diketahui, proyek pembangunan Pasar Sayur tahap II (dua) yang mulai dikerjakan 26 Juni 2019 itu, kemarin (28/1) diserahterimakan. Dari kontraktor pelaksana PT Bintang Wahana Tata pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kota Batu.

Kepala DPKPP Kota Batu Arif Setyawan menyatakan pihaknya akan melaporkan hasil serah terima pembangunan Pasar Sayur tahap II ini kepada Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. ”Selain itu, ini insya Allah bisa difungsikan pada Februari mendatang,” kata kepala dinas yang akrab disapa Arif itu. Menurut dia, sudah tidak ada perbaikan khusus dalam konstruksi bangunan Pasar Sayur tahap II ini.

Yang ada harus dilakukan kontraktor, jelas Arif, hanya merapikan saja. Untuk diketahui, targetnya proyek Pasar Sayur tahap II itu seharusnya 26 Desember 2019 lalu. Namun, kontraktor meminta perpanjangan waktu atau addendum karena terkendala keterlambatan pemasangan atap. Perpanjangan waktu itu sudah diajukan sejak 3 Desember 2019 dengan berakhir pengerjaan pada tanggal 28 Januari 2020 kemarin.

Karena proyek ini molor, kontraktor pun mendapatkan penalti atau denda. ”(Penalti) sekitar Rp 5,4 juta per harinya,” kata Arif. Artinya, kontraktor harus membayar kurang lebih Rp 170 juta pada Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Sedangkan untuk pembayaran proyek pada kontraktor, lanjut Arif, dilakukan termin dan masih 80 persen dari nilai proyek sebesar Rp 5,4 miliar.

Untuk pelunasannya setelah masa pertanggungjawaban bangunan pasar sayur tahap II selama 6 bulan selesai. Saat ini, kondisi Pasar Sayur pun makin mentereng. Pasar Sayur tahap II ini dibangun di atas lahan seluas 42 meter x 52 meter. Dengan material konstruksi atap baja dan terdapat 138 los. Serta dilengkapi pemasangan 45 lampu, papan nama ”Pasar Sayur”, pemasangan skylight untuk pencahayaan dan pembangunan 2 kios bangunan.

Sebelum dilakukan penandatanganan berita acara serah terima, kemarin juga dilakukan pengecekan fisik dari hasil pekerjaan proyek tersebut.

Direktur PT Bintang Wahana Tata Wahyu Prasetyawan menyatakan, akan menyanggupi pertanggungjawaban jika nantinya ditemukan kecacatan dari hasil proyek pembangunan Pasar Sayur tahap II tersebut. ”Dan 5 persen dari nilai proyek masih menjadi jaminan sampai masa pertanggungjawaban selesai,” katanya. Wahyu menggaransi, bangunan Pasar Sayur tahap II ini punya keunggulan, yakni bangunan bisa berumur panjang.

Sedangkan Tim Ahli Bangunan Gedung Universitas Brawijaya, Sugeng Prayitno, menjelaskan, setelah pembangunan Pasar Sayur tahap II menjelang selesai, pihaknya telah melakukan uji forensik bangunan. ”Dengan mengecek kualitas dan kuantitas. Seperti mengecek kekuatan baja, kekuatan atap, kekuatan beton, kekuatan pilar,” katanya. Pihaknya juga menemukan dua baut dalam konstruksi beton, menyambungkan dengan konstruksi baja belum terpasang.

Sugeng juga merekomendasikan bronjong untuk diberi kancingan. Pihaknya merekomendasikan untuk memperbaiki kerusakan yang ada dan mengimbau jangan sampai ada kerugian negara. ”Bangunan ini harus aman digunakan, masalah drainase elevasinya harus pas solusinya, air itu harus mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah sehingga salurannya harus diperbaiki,” katanya. Menurut dia, kekuatan bangunan ini bisa melebihi 20 tahun untuk jangka panjang ke depannya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu Sri Heny Alamsari menyampaikan, pihaknya selama pembangunan proyek Pasar Sayur tahap II terus melakukan pengawasan. ”Ini pengembang masih bertanggung jawab selama 6 bulan ke depan, sehingga perlu pengawasan hingga selesai,” pungkas Sri.

Pewarta : Nugraha
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro