Pasar Saham Tunggu Menteri Jokowi

KOTA MALANG – Joko Widodo telah dilantik menjadi presiden untuk periode 2019-2024, Kemarin Minggu (20/10). Namun, sampai saat ini belum terlihat Jokowi Effect yang membuahkan pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG),  seperti tahun 2014 lalu.

Buktinya, IHSG sampai saat ini hanya naik 0.29 persen atau bertambah 14.800 point atau tidak mengalami open gap yang cukup signifikan seperti lima tahun lalu, yakni 3.2 persen atau 4.878 yang merupakan tertinggi waktu itu.

Tidak efektifnya Jokowi Effect pada tahun 2019 ini, kata Head of Marketing PT Reliance Sekuritas Indonesia, Tbk Venus Kusumawadarna, karena kegagalan Jokowi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen selama lima tahun masa kerjanya.

“Pemerintahan Jokowi itu hanya berhasil menaikkan 5 persen. Padahal, waktu itu banyak investor berani menanamkan saham di Indonesia karena optimis ke Jokowi untuk meningkatkan ekonomi sebesar 7 persen,” ujarnya.

Selain track record Jokowi yang gagal menaikkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen, ia berpendapat pasar saat ini sedang menunggu susunan kabinet menteri Jokowi – Ma’ruf Amin terutama Menteri Perekonomian dan Perdagangan. Pasalnya, lanjut ia, kedua posisi tersebut sangat vital untuk menentukan berani atau tidaknya investor menanamkan saham di Indonesia.

“Karena itu yang menentukan kebijakan perekonomian seperti kebijakan impor ekspor, fiskal dan banyak lagi yang berhubungan dengan ekonomi. Kalau sudah jelas itu akan mempengaruhi pasar untuk menanamkan saham,” ujarnya.

Saat disinggung siapa nama menteri yang bisa meningkatkan gairah investor untuk menanamkan saham, Venus menolak menjawab. “Saya tidak berani mengatakan, takut salah. Coba saja kita lihat kedepannya setelah dipilihnya menteri tersebut,” imbuhnya.

Yang terakhir, kata Venus, Jokowi Effect tidak terulang seperti tahun 2014 karena kegaduhan politik yang sempat terjadi di Indonesia. “Seperti ketika penolakan hasil rekapitulasi oleh satu pihak itu. Itu membuat gaduh yang akhirnya dikhawatirkan berdampak kepada ekonomi,” ujarnya.

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia