Pasar Murah Belum Dibuka, Emak-Emak Sudah NyerbuMALANG KOTA – Antusiasme warga Kota Malang mendapatkan harga sembako murah begitu tinggi. Itu terlihat dari digelarnya Pasar Murah Ramadan oleh Pemkot Malang di Stadion Gajayana kemarin pagi. Pasar Murah itu belum dibuka resmi oleh Wali Kota Malang Sutiaji, namun para emak-emak sudah menyerbu stan-stan. Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan bahwa ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok dapat mempengaruhi keadaan masyarakat jelang Idul Fitri. Oleh Karena itu, Pemkot Malang menggelar Pasar Murah Ramadan, di mana dalam acara tersebut kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dapat dijangkau dengan murah. ”Maka dengan adanya Pasar Murah Ramadan ini, saya harap tidak ada lagi kekhawatiran. Saat ini pemerintah telah berusaha memenuhi kebutuhan pokok agar dapat dijangkau masyarakat,” ujar Sutiaji Sutiaji juga menambahkan bahwa dia telah mengimbau kepada 217 peserta dan 53 stan pelaku usaha agar menjual barang yang lebih murah dari harga di pasar umum. Selisihnya minimal Rp 2.000 dari harga pasar umum. Untuk pengunjung sendiri dalam mendapatkan sembako murah pun dibatasi, pengunjung yang telah membeli paket sembako murah tidak diperkenankan untuk membeli lagi. ”Saya berharap tahun ini tidak seperti tahun lalu, banyak warga membeli dengan jumlah banyak dengan maksud untuk dijual lagi,” terang Sutiaji Sementara itu, Kepala Bagian Pengembangan Perekonomian Pemkot Malang Rinawati menyatakan, Pasar Murah Ramadan dibentuk sebagai salah satu upaya pengendalian harga kebutuhan pokok pasar. Selain itu, dia mengaku pemkot sudah melakukan upaya-upaya lain dalam pengendalian harga. Antara lain melakukan operasi pasar dengan dinas terkait, pemantauan harga di distributor, dan pasar rakyat. ”Serta dibukanya Pasar Murah Ramadan saat ini, juga salah satu upaya kami dalam menyelenggarakan ketersediaan bahan pokok,” ujar Rina. Salah seorang pengunjung dari Kelurahan Tlogomas, Sunarti, mengaku bahwa awalnya dia datang untuk memenuhi rasa penasarannya. Dia sebelumnya telah mendapat info dari saudaranya yang bekerja di dinas pertanian dan ketahanan pangan. Sehingga dia pun datang bersama beberapa tetangganya. Sebenarnya Sunarti ingin membeli banyak sembako yang dijual murah di Pasar Murah Ramadan, namun karena mengingat letak rumahnya cukup jauh, maka dia mengurungkan niatannya. ”Kalau mau beli sembako berat, jadi karena saya malas mengangkut, saya beli bawang dan sayur-sayuran saja,” tandas Sunarti. Berbeda dengan Sunarti, Nanik, pengunjung asal Klojen, mengaku bahwa harga di Pasar Murah Ramadan memang lebih murah. Namun dia tidak membeli barang-barang pokok, melainkan pakaian-pakaian bekas. Karena menurut dia, bawang dan sayur-sayuran dapat dibeli di pasar umum secara eceran, sedangkan jika di Pasar Murah Ramadan mereka harus membeli secara paketan. ”Saya biasanya beli dalam jumlah kecil, jadi daripada sayur, saya beli baju bekas saja. Walaupun modelnya agak lama, tapi secara kualitas bagus-bagus,” ungkap Nanik. (nr4/c1/abm)

MALANG KOTA – Antusiasme warga Kota Malang mendapatkan harga sembako murah begitu tinggi. Itu terlihat dari digelarnya Pasar Murah Ramadan oleh Pemkot Malang di Stadion Gajayana kemarin pagi. Pasar Murah itu belum dibuka resmi oleh Wali Kota Malang Sutiaji, namun para emak-emak sudah menyerbu stan-stan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan bahwa ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok dapat mempengaruhi keadaan masyarakat jelang Idul Fitri. Oleh Karena itu, Pemkot Malang menggelar Pasar Murah Ramadan, di mana dalam acara tersebut kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri dapat dijangkau dengan murah. ”Maka dengan adanya Pasar Murah Ramadan ini, saya harap tidak ada lagi kekhawatiran. Saat ini pemerintah telah berusaha memenuhi kebutuhan pokok agar dapat dijangkau masyarakat,” ujar Sutiaji

Sutiaji juga menambahkan bahwa dia telah mengimbau kepada 217 peserta dan 53 stan pelaku usaha agar menjual barang yang lebih murah dari harga di pasar umum. Selisihnya minimal Rp 2.000 dari harga pasar umum. Untuk pengunjung sendiri dalam mendapatkan sembako murah pun dibatasi, pengunjung yang telah membeli paket sembako murah tidak diperkenankan untuk membeli lagi
.
”Saya berharap tahun ini tidak seperti tahun lalu, banyak warga membeli dengan jumlah banyak dengan maksud untuk dijual lagi,” terang Sutiaji

Sementara itu, Kepala Bagian Pengembangan Perekonomian Pemkot Malang Rinawati menyatakan, Pasar Murah Ramadan dibentuk sebagai salah satu upaya pengendalian harga kebutuhan pokok pasar. Selain itu, dia mengaku pemkot sudah melakukan upaya-upaya lain dalam pengendalian harga. Antara lain melakukan operasi pasar dengan dinas terkait, pemantauan harga di distributor, dan pasar rakyat.

”Serta dibukanya Pasar Murah Ramadan saat ini, juga salah satu upaya kami dalam menyelenggarakan ketersediaan bahan pokok,” ujar Rina.
Salah seorang pengunjung dari Kelurahan Tlogomas, Sunarti, mengaku bahwa awalnya dia datang untuk memenuhi rasa penasarannya.



Dia sebelumnya telah mendapat info dari saudaranya yang bekerja di dinas pertanian dan ketahanan pangan. Sehingga dia pun datang bersama beberapa tetangganya. Sebenarnya Sunarti ingin membeli banyak sembako yang dijual murah di Pasar Murah Ramadan, namun karena mengingat letak rumahnya cukup jauh, maka dia mengurungkan niatannya.

”Kalau mau beli sembako berat, jadi karena saya malas mengangkut, saya beli bawang dan sayur-sayuran saja,” tandas Sunarti.

Berbeda dengan Sunarti, Nanik, pengunjung asal Klojen, mengaku bahwa harga di Pasar Murah Ramadan memang lebih murah. Namun dia tidak membeli barang-barang pokok, melainkan pakaian-pakaian bekas. Karena menurut dia, bawang dan sayur-sayuran dapat dibeli di pasar umum secara eceran, sedangkan jika di Pasar Murah Ramadan mereka harus membeli secara paketan.

”Saya biasanya beli dalam jumlah kecil, jadi daripada sayur, saya beli baju bekas saja. Walaupun modelnya agak lama, tapi secara kualitas bagus-bagus,” ungkap Nanik.

Pewarta : nr4
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib
Fotografer : Darmono