Pasar Mulai Dibangun, Ditambah Lagi Rp 5 Miliar

Pembangunan Pasar Kota Batu di akhir jabatan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko tak ingin dilakukan setengah-tengah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu Sinal Abidin di tengah-tengah pedagang pasar sayur saat sosialisasi kemarin (7/7).

KOTA BATU – Pembangunan Pasar Kota Batu di akhir jabatan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko tak ingin dilakukan setengah-tengah. Meski pembangunan tahap awal baru saja dimulai, tapi dana tambahan sudah disiapkan. Jumlahnya pun cukup besar, yakni Rp 5 miliar. Tambahan anggaran itu lebih dari separo anggaran proyek tahap awal yang menelan biaya Rp 9,08 miliar.

Rencananya, penambahan anggaran itu untuk pembangunan atap. Sebab di desain awal, bagian tengah pasar tak memiliki atap. Bagian tengah itu juga akan dimanfaatkan.

Rencana penambahan anggaran itu sebagaimana disampaikan oleh Plt Sekretaris Daerah Pemkot Batu Achmad Suparto. Penambahan anggaran itu dimasukkan dalam dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun 2017.

”Saat ini, PAK masih dalam proses pembahasan,” kata Parto –panggilan akrab Achmad Suparto– kemarin (14/7).

Parto menjelaskan, penambahan anggaran untuk atap itu akan sangat bermanfaat. Pasar baru diperkirakan bisa menampung ratusan pedagang. Apalagi, luas lahan yang tersedia mencapai 4.000 meter persegi.

”Rencananya, pasar nantinya juga menampung pedagang yang selama ini berjualan di luar,” kata mantan kepala badan kepegawaian daerah ini.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan Kota Batu Sinal Abidin menyatakan, pembangunan pasar memang akan terus berlanjut. Agar pembangunan itu tidak membebani masyarakat, semua biaya diambil dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Terlebih lagi, kebutuhan anggaran secara keseluruhan diperkirakan mencapai Rp 50 miliar. Pembangunan pasar direncanakan betahap selama tiga tahun anggaran.

”Tahun berikutnya juga masih sama, akan dianggarkan kembali sampai semua pedagang bisa tertampung,” paparnya.

Sinal melanjutkan, jika dirinci, total wilayah Pasar Batu memiliki luas 44.525 meter persegi. Pasar nantinya akan terdiri lima dari unit. Mulai pasar sayur, buah, hingga ikan.

Masih menurut Sinal, sesuai dengan mimpi pimpinannya, pasar bakal dilengkapi dengan rest area. Selain itu, ada fasilitas parkir bus yang luas. Dengan demikian, pasar baru bisa menjadi jujukan utama wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu.

Bahkan, salah satu titik transit dalam rencana pembangunan gondola di Kota Batu juga di kawasan pasar. Kemudian, titik transit itu dihubungkan dengan beberapa tempat wisata lainnya. ”Tujuannya untuk meramaikan pasar serta mengurangi kemacetan,” imbuh mantan kepala dinas pariwisata ini.

Agar bisa lebih hidup, Sinal juga meminta para pedagang mendirikan koperasi, sehingga bisa menjadi tempat untuk menyimpan maupun meminjam uang. ”Jika sedang membutuhkan modal dagang, bisa langsung pinjam,” harap dia.

Seperti diketahui, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bisa melihat mimpi-mimpi besarnya terwujud jelang mengakhiri masa jabatannya. Yakni, menjadikan Kota Batu sebagai Smart City atau Kota Cerdas. Proyek pembangunan Kota Pintar yang mendapatkan anggaran Rp 10 miliar itu sudah menetapkan pemenang. Saat ini tinggal pelaksanaannya.

Setelah proyek Kota Pintar, menyusul kemudian pembangunan Pasar Kota Batu. Kamis (13/7) lalu Wali Kota Eddy Rumpoko secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar di blok sayur.
Untuk pembangunan pasar ini, pemkot sudah menyiapkan anggaran Rp 9,08 miliar. Bangunan baru yang disiapkan seluas 5.144 meter persegi berbentuk segi empat.

Di tengah-tengah bangunan dibuat kosong. Sementara itu, di sekelilingnya ada puluhan bedak dengan ukuran yang berbeda-beda. Total 136 bedak baru yang disiapkan. Bedak ukuran 3 x 5 meter sebanyak 40, dan ukuran 3 x 3 meter sebanyak 96 bedak.

Pewarta: Bahrul Marzuki
Penyunting: Ahmad Yahya
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Rubianto