Pasar Modal dan Perbankan Didorong Bersaing Tawarkan Pembiayan Murah

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Darmin Nasution meminta perbankan dan pasar modal bersaing untuk menawarkan pembiayaan dan pelayanan yang kompetitif. Darmin mengatakan, kedua sektor yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu merupakan sumber pendaan publik yang diakui negara.

Penegasan itu disampaikan Darmin dalam acara Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (23/8). Menurut Darmin, baik pasar modal maupun perbankan harus menyediakan pembiayaan dengan return yang lebih murah.

“Kita mengharapkan ada persaingan juga antara bank dan pasar modal walau sama-sama punya kita. Tidak usah sungkan, silakan bersaing mana yang lebih murah,” kata Darmin.

Berdasarkan catatan Darmin, pasar modal telah berkembang pesat sejak tahun 1977 atau 42 tahun lalu. Pada 42 tahun lalu, nilai kapitalisasi pasar hanya Rp 2,73 triliun. Namun nilainya terus tumbuh hingga hari ini menjadi kapitalisasinya mencapai Rp 7.133 triliun.

Pada akhir 2018, jumlah single investor identification (SID) juga sudah naik signifikan. Terhitung 26 Desember 2018 lalu, jumlah SID sebanyak 1.617.367 atau naik 44 persen dari periode sama 2017 yang hanya 1.122.668 SID.

Dengan besaran tersebut, Darmin berharap nantinya pasar modal dapat menghasilkan pembiayaan yang lebih murah dibanding perbankan. Apalagi pemerintah, pada Kamis (22/8), juga telah memberikan stimulus penurunan suku bunga acuan untuk mendorong pertumbuhan pasar modal.

Di sisi lain, ia juga meminta pasar modal membantu pelaku UMKM dari segi pembiayaan. Sebab, pasar modal menghasilkan pembiayaan dengan cost yang lebih murah.

“Karena marginnya cukup besar, pasar modal dapat masuk untuk melengkapi perbankan,” tukasnya.

Di samping itu, Darmin juga meminta perbankan untuk memberikan tingkat bunga pinjaman ataupun deposito dengan tingkat bunga atau rate yang lebih rendah.