Pasar Legi Terbakar, Pedagang Jualan di Tepi Jalan






JawaPos.com – Kebakaran melanda Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah (Jateng), Senin (29/10) malam. Dua hari setelah kejadian, aktivitas jual beli sudah mulai terlihat. Para pedagang yang menjadi korban kebakaran membuka kios darurat. Mereka mendirikan lapak sederhana menggunakan meja di tepi jalan di kawasan Pasar Legi.





Sementara itu, akses masuk ke pasar sudah mulai ditutup menggunakan bambu dan juga kayu. Sejumlah satpam juga bersiaga di pintu masuk. Satpam menjaga akses masuk agar tidak dilewati warga yang tidak mempunyai kepentingan.







Di sudut lain, terlihat garis polisi melintas di sepanjang kios di Pasar Legi. Pemasangan tersebut agar tidak ada pedagang atau warga yang nekat masuk ke dalam pasar. Mengingat kondisi pasar belumlah aman. Sehingga dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.



PASAR LEGI: Kondisi terkini Pasar Legi setelah dilalap api pada Senin (29/10) sore. (Ari Purnomo/JawaPos.com)





Asap sisa kebakaran masih terlihat di beberapa titik. Khususnya di lantai dua pasar. Lokasi tersebut merupakan sumber terjadinya kebakaran. Bangunan di lantai dua sudah ludes, menyisakan tiang-tiang beton dan seng yang sudah tidak lagi rapi.





Sejumlah pedagang yang menjadi korban kebakaran terlihat mendatangi pos Satpam. Mereka ingin mendapatkan informasi mengenai nasibnya usai kebakaran yang menghanguskan kiosnya.





“Kami datang untuk cari tahu. Kalau bisa secepatnya dibangunkan pasar darurat biar bisa kembali berjualan,” ungkap salah satu pedagang yang menjadi korban kebakaran, Dodo, 46.






Kemudian di bagian Selatan dan Timur, para pedagang yang kiosnya lolos dari amukan si jago merah tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Namun aktivitas tentunya tidak seramai seperti sebelum kebakaran terjadi.






Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berjanji akan membuatkan pasar darurat secepatnya. Sehingga para pedagang bisa kembali berjualan sembari menunggu dilakukannya revitalisasi pasar. “Minggu depan kami bangunkan pasar darurat, biar pedagang bisa berjualan dulu,” ungkap Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo beberapa waktu lalu.





(apl/JPC)