Pasar Elektronik Lesu – Radar Bojonegoro – Sinergi Jawa Pos

Salah satu pemilik elektronik di Jalan AKBM Soeroko, Soewandi membenarkan, konsumen elektronik tahun ini lesu. Dibandingkan tahun lalu, daya beli konsumen cenderung turun 10 persen secara global.

Menginjak triwulan keempat, penjualan belum mengalami kenaikan signifikan. Padahal, perangkat elektronik selalu mengalami  perkembangan, seperti TV LED, AC, hingga mesin cuci otomatis. 

Menurut Soewandi, menurunnya daya beli masyarakat ini dipastikan karena kondisi ekonomi global turun. Sehingga bukan dikarenakan pola belanja konsumen dari offline ke online.

Pasalnya, pengaruh belanja menggunakan daring hanya sekitar 15 persen dari konsumen Bojonegoro. Kebanyakan konsumen belanja online ialah generasi milenial. “Online tidak berpengaruh,” ujarnya selasa (7/11). 



Penjualan elektronik masih berkutat pada segmen menengah ke atas, sedangkan konsumen menengah ke bawah cenderung turun. Biasanya, konsumen kelas menengah selalu menyesuaikan musim panen. Sehingga kebutuhan perangkat elektronik bulan ini memang turun. Kebutuhan masih didominasi kulkas, mesin cuci, dan kipas angin. 

Terpisah, karyawan toko lainnya, Wardi mengungkapkan, penjualan perangkat elektronik tidak setinggi tahun lalu. Karena daya beli masyarakat terhadap perangkat elektronik menurun, dengan alasan sudah memiliki barang tersebut.

Selain itu, kebutuhan elektronik belakangan hanya didominasi barang tertentu. Dengan kebutuhan minimal 5-7 buah setiap bulannya. “Elektronik lesu karena terdesak kebutuhan lain,” paparnya.

(bj/rka/haf/faa/JPR)

Source link