Pasangan Abah Anton- Syamsul Ancang-Ancang Gugat Pilwali Malang, Ada Apa?

ASIK

KOTA MALANG – Agenda penetapan hasil Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang bakal sedikit terkendala. Itu karena pasangan calon wali kota-calon wakil wali Kota Malang Moch. Anton dan Syamsul Mahmud (Asik) ada rencana mengajukan gugatan. Paslon Asik bahkan sudah menunjuk tim kuasa hukum yang terdiri dari empat pengacara.

Ketua tim sukses paslon Asik, Arif Wahyudi mengakui, sudah menunjuk tim kuasa hukum untuk masalah tersebut. Urusan gugatan hasil pilwali sudah diserahkan ke tim kuasa hukum. Dia saat ini akan fokus menyiapkan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

”Langsung ke kuasa hukum saja. Karena bagi-bagi tugas (Arif menyiapkan pileg, Red),” kata Arif Wahyudi saat dikonfirmasi kemarin (7/7).

Sementara itu, Ketua Tim Hukum Paslon Asik Hamka SH membenarkan jika timnya diberi amanah mengurus gugatan paslon Asik. Namun, saat ini masih mendalami materi gugatan yang akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

”Kami ditunjuk untuk masalah gugatan itu,” ungkap Hamka.



Dia menambahkan, pihaknya juga sudah berdiskusi dengan paslon Asik. Hasilnya, paslon menginginkan untuk mengajukan gugatan pilwali. ”70 persen, paslon menyatakan menggugat. Tapi, kami masih pelajari dulu,” terang alumnus Unmer Malang ini.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya juga masih mendalami materi gugatan dengan menambah fakta-fakta yang bisa mendukung gugatan tersebut. ”Senin (9/7) akan kami pastikan dari materi gugatan itu,” tandasnya.

Hanya, Hamka masih enggan berkomentar tentang bocoran materi gugatan tersebut. Termasuk saat ditanya apakah pihaknya sudah mengantongi pelanggaran selama kampanye hingga hari H. ”Nanti sajalah,” ungkap pria asal Flores tersebut.

Lalu seberapa yakin gugatannya nanti bisa dikabulkan MK. Mengingat selisih perolehan suara dari paslon dengan raihan suara tertinggi, yakni Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko mencapai 7,95 persen. Perlu diketahui, paslon Menawan (Ya’qud Ananda Gudban-Wanedi) meraih 18,87 persen (69.973 suara), Asik 36,59 persen (135.710 suara), dan Sae meraih 44,54 persen (165.194 suara).

”Kalau dari aturan itu (Peraturan KPU) sulit, tapi kan ada fakta lain di lapangan (pelanggaran-pelanggaran selama kampanye hingga hari H, Red),” ujar pria yang tinggal di Malang sejak 1982 ini.

Terpisah, Divisi Hukum KPU Kota Malang Fajar Santoso menyampaikan, untuk menghadapi gugatan, pihaknya juga sudah menunjuk 4 advokat sebagai tim hukum. Tim ini sudah siap jika sewaktu-waktu ada gugatan.

”Tinggal tunggu saja (Asik jadi menggugat/tidak, Red),” terang mantan Komisioner Panwaslu Kota Malang ini.

Seperti diketahui, dalam penetapan rekapitulasi manual di tingkat KPU Kota Malang (5/7), paslon Sae unggul dibandingkan dua paslon lain. Namun, KPU Kota Malang masih memberi waktu tiga hari dari penetapan tersebut jika ada paslon lain yang menggugat perselisihan hasil pemilu. Artinya, seharusnya hari ini (8/7) batas akhir gugatan diajukan. Dari hasil rekapitulasi, paslon Sae menguasai 4 kecamatan dari 5 kecamatan dalam pilwali 27 Juni lalu. Sae hanya kalah di Kecamatan Lowokwaru.

Pewarta: Imam Nasrodin
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto