Parah, 26 Pelajar Indonesia Jadi Korban Jambret di Tunisia

Parah, 26 Pelajar Indonesia Jadi Korban Jambret di Tunisia

Seperti yang baru saja terjadi pada pelajar Universitas Ezzitouna, Tunis, Tunisia menjadi korban jambret pada Minggu lalu. Kronologinya, pelajar tersebut sebut saja Iman, bergegas ke tempat futsal bersama seorang temannya.

“Saat itu adalah masa setelah ujian, jadi kami hendak refreshing sejenak dengan main futsal,” kata Iman, Jumat, (12/1).

Iman dan seorang teman berangkat menggunakan taksi. Namun ketika turun dari taksi di kawasan Zahrouni, Tunis, tiga penjambret langsung menyerangnya. Iman mencoba melawan, dan temannya mencoba berlari sejauh mungkin.

Meski mencoba melawan, Iman kalah telak dengan tiga jambret tersebut. Pelipis mata kirinya robek, tas kecil berisi uang raib diambil oleh para penjambret itu. Tas kecil yang diambil tersebut berisi 140 Dinar Tunis atau sekitar Rp 800 ribu yang rencananya digunakan untuk membayar sewa lapangan futsal.

Salah seorang pelajar Indonesia di Tunisia Irhamni Rofi’un mengatakan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Iman adalah pelajar Indonesia ke-26 yang menjadi korban jambret di Tunisia.



“Jenis barang yang diambil dari para penjambret juga macam-macam seperti hp, uang, laptop. Para penjambret rata-rata main fisik, melukai korban,” terang Irhamni yang juga merupakan wakil koordinator I Kantor Komunikasi PPI Dunia tersebut.

Oleh karena itu, Irhamni berharap para pelajar yang sedang merantau meningkatkan kewaspadaan. Membawa tanda pengenal baik paspor, izin tinggal, kartu pelajar. Menjauhi tempat-tempat sepi dan rawan jambret.


(ina/JPC)