Para Juara Hias Kampung sambut Lebaran

Berbagai warna pada ornamen masjid di kantor camat Junrejo memiliki filosofi tinggi dalam menjaga kerukunan warga. Sehingga, kecamatan ini jadi yang terbaik untuk kategori kecamatan pada malam penganugerahan event Hias Kampung sambut Lebaran 2017 Selasa malam (25/7). Apa filosofinya?

Berbagai warna pada ornamen masjid di kantor camat Junrejo memiliki filosofi tinggi dalam menjaga kerukunan warga. Sehingga, kecamatan ini jadi yang terbaik untuk kategori kecamatan pada malam penganugerahan event Hias Kampung sambut Lebaran 2017 Selasa malam (25/7). Apa filosofinya?

Beberapa pengendara sepeda motor melintasi Jalan Raya Junrejo dengan tenang dan santai. Tapi, begitu sampai di depan kantor camat Junrejo, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, mereka tampak memandangi pintu masuk kantor tersebut. Sebab, pintu masuk kantor camat itu tak seperti biasanya.

Pintu masuk kantor camat Junrejo disulap menjadi ”masjid” dengan ukuran 3 x 4 meter. Bangunan ini juga dilengkapi dengan kubah sekitar 1,5 x 1 meter berwarna emas. Selain itu, ornamen bangunan yang khas dengan Turki itu juga dipenuhi berbagai warna. Yaitu, putih, merah, biru, ungu, dan hijau. Semua warna dijadikan satu dalam harmonisasi warna yang indah. Karena itulah Kecamatan Junrejo menjadi juara pertama untuk kategori kecamatan pada malam penganugerahan Hias Kampung sambut Lebaran 2017.

”Tema masjid kami pilih untuk mengingatkan warga akan pentingnya ibadah,” kata Camat Junrejo Muhammad Nur Adhim saat dikonfirmasi kemarin (30/7). Pria 43 tahun ini bercerita, ada filosifi di balik berbagai warna pada ornamen masjid tersebut. Yaitu, sebagai simbol keakraban warga dan toleransi.

Perbedaan warna dalam satu tempat bukanlah masalah. Justru, warna-warna yang berbeda itu bisa berdampingan dengan indah dan membentuk sebuah bangunan yang kokoh. ”Maknanya, kebersamaan itu bagus, selama tujuannya untuk ibadah,” terang pria tiga anak ini.



Selain itu, pemilihan tema tersebut juga untuk mengingatkan kepada semua warga tentang makna ibadah. Saat bulan Ramadan lalu, sebagian besar warga diingatkan agar salat Tarawih dan puasa. ”Kami ingin, mengingatkan menjaga salat lima waktu itu juga sudah menjadi agenda penting kehidupan,” tambahnya.

Adhim juga bercerita bahwa pembuatan ornamen tersebut membutuhkan waktu dua minggu. Pengerjaannya dilakukan setelah salat Tarawih. Bahan-bahannya terbuat dari styrofoam, kayu, dan triplek. Semuanya dikerjakan oleh 10 orang yang terdiri dari warga dan pegawai Kecamatan Junrejo. ”Semuanya dikerjakan dengan gotong royong. Bahannya juga dari swadaya warga,” ungkap pria yang tinggal di Jalan Samadi G3 No 24, Kota Batu, ini.

Pendirian ornamen masjid tersebut juga mengalami kendala. Yaitu, tentang pemilihan warna cat yang digunakan agar serasi dengan warna emas di kubah. ”Bangunan sempat dua kali dibongkar, karena warnanya masih kurang serasi,” kenangnya.

Ornamen masjid di kantor camat Junrejo tersebut bakal dibiarkan alias tidak akan dibongkar dalam waktu dekat ini. Tujuannya, agar event Hias Kampung sambut Lebaran bisa jadi karakter lain Kota Wisata Batu. ”Karena (event ini) masih yang pertama kali di Jawa Timur. Mungkin juga di tingkat nasional,”  tandas pria kelahiran 31 Mei 1974 ini.

Selain itu, momen tersebut bisa jadi wadah untuk menjalin silaturahmi antarwarga. Sebab, semua elemen masyarakat di Kota Batu bersatu padu untuk mempercantik daerahnya masing-masing. ”Kalau semua kampung bagus, warga juga yang diuntungkan. Wisatawan makin betah di Batu,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya juga berharap agar event tersebut menjadi agenda tahunan. Sehingga, momen ini bisa jadi tempat wisata alternatif baru saat libur Lebaran. ”Kami ingin, nanti ada semacam paket wisata kampung. Sehingga, tiap kampung bisa kerja sama dengan travel agensi,” harap suami Fitriana Miladewi.

Pewarta: Dian Kristiana
Penyunting: Imam Nasrodin
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Eka