Panwaslu Kota Batu Nihil Temuan Kecurangan

BATU – Panwaslu Kota Batu tak mengendus pelanggaran selama pelaksanaan coblosan Pilgub Jatim. Meski ada beberapa kesalahan yang terjadi di sejumlah TPS, namun hal itu bisa segera diperbaiki atau diantisipasi. Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang sebelumnya masuk daftar rawan juga tak ditemukan kecurangan.

Dari laporan pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) yang bertugas, Panwaslu Kota Batu yakin tak ada pelanggaran yang ditindaklanjuti pihaknya.

”Pelanggaran saat pelaksanaan hampir tidak ada. Kalau pun ada, itu hanya kejadian kecil saat teknis pelaksanaan,” terang Ketua Panwaslu Kota Batu Abdur Rochman.

Kejadian kecil tersebut, seperti pemahaman tentang coblos tembus hingga surat suara yang tak tercoblos, tapi masuk kotak suara.

Adanya surat suara yang tidak dicoblos itu terjadi di TPS 11 Desa Mojokerto, Kecamatan Junrejo. Ada sebanyak tiga surat suara yang masuk kotak suara, namun belum tercoblos. Sesuai dengan aturan yang ada, surat suara yang masih utuh dianggap tidak sah.

”Kejadian ini menjadi catatan tersendiri. Jika menemukan kasus seperti ini lagi, dari pihak panwas mengimbau KPPS untuk tidak melakukan apa-apa pada surat suara tersebut. Karena sudah masuk kategori tidak sah,” tambahnya.

Sementara itu, di TPS yang masuk kategori rawan, pihaknya juga tak mengendus adanya kecurangan. Menurut dia, hal itu juga dipengaruhi oleh upaya meminimalisasi potensi kecurangan di TPS tersebut.

”Langkah yang kami lakukan dengan patroli rutin dari tingkat lingkungan TPS oleh PTPS, di desa atau kelurahan oleh pengawas pemilu lapangan (PPL), dan di tingkat kecamatan yang diawasi oleh panwascam,” ujar Abdur.

Pewarta: Octo Pratama
Penyunting: Achmad Yani