Panwaslu Bredel APK Pilgub Liar di Kota Batu

KOTA BATU – Ketatnya persaingan tim pemenangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur tampak di Kota Batu. Hal itu terlihat dengan banyaknya APK (alat peraga kampanye) di luar yang dicetak KPU masih bertebaran di tempat umum. Dalam penertiban yang dilakukan kemarin (25/5), sedikitnya ada 8 spanduk kandidat yang ditertibkan karena ketahuan melanggar aturan.

Ketua Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) Kota Batu Abdurrahman menyatakan, penertiban yang dilakukan sudah sesuai prosedur yang berlaku. APK yang ditertibkan adalah yang di luar pengadaan KPU. Tertkait spanduk caleg yang ditertibkan, itu karena belum waktunya kampanye.

”Untuk APK yang di luar KPU tidak boleh. Setelah kami pastikan bukan dari KPU, ya langsung ditertibkan,” kata dia. Sebelumnya, belasan APK juga telah ditertibkan panwaslu selama tahapan kampanye pilgub.

Menurut Abdurrahman, oknum yang memasang APK maupun spanduk caleg juga terkesan tidak tahu aturan. ”Ada yang dipasang di pohon, langsung dipaku. Ini tidak boleh,” tegas dia.

Sebelum melakukan pencopotan APK, Panwaslu Kota Batu sudah menyampaikan rekomendasi, baik kepada KPU Kota Batu maupun tim pemenangan cagub dan cawagub.

”Karena (peringatan) sudah lebih dari satu kali 24 jam, makanya kami yang bergerak dan menertibkan,” ujarnya.

Abdurrahman berharap pemasangan APK dari tim kampanye masing-masing cagub mentaati aturan. Yakni, pada Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota. Mereka juga harus tetap mengindahkan Perwali Nomor 23 Tahun 2012 tentang Pedoman Penataan Atribut Parpol dan Peserta Pemilu.

”Untuk tim kampanye, harus mengkuti aturan itu,” tegas Abdurrahman.

Begitu juga bagi caleg atau parpol yang ingin bersosialosasi atau kampanye dalam rangka pemilu 2019 mendatang. ”Saya harap bersabar dulu sampai 23 September 2018 mendatang,” kata dia.

Sosialisasi yang dilarang adalah menampilkan citra diri, serta tidak boleh menampilkan logo partai atau nomor. Abdurrahman menerangkan, pengawasan juga akan ditingkatkan. Itu untuk mencegah oknum-oknum yang memanfaatkan momen Lebaran sebagai sarana kampanye dan money politic.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting :Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Falahi Mubarok