Pantau Kerusakan Pesisir, Andalkan Pokmawas

KEPANJEN – Kerusakan wilayah Pesisir Pantai Selatan mendapat atensi khusus dari Dinas Perikanan Kabupaten Malang. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi tersebut bisa dikhawatirkan turut berimbas pada minimnya tangkapan ikan nelayan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Endang Retnowati lantas membeberkan bila kerusakan pesisir pantai tidak hanya disebabkan bencana alam. Seperti banjir di wilayah darat yang membawa material lumpur.

Jika itu yang terjadi, maka dapat mengakibatkan kematian ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. ”Faktor alam hanya sebagian kecil saja. Ada faktor lain yang turut menyumbang rusaknya ekosistem pantai,” jelasnya.

Yakni, lanjut Atik–sapaan akrab Endang Retnowati– pola pemanfaatan sumber daya ikan dan pesisir lain yang tak ramah lingkungan. Dengan kata lain, pemanfaatan dengan cara merusak ekosistem.

Contohnya, penangkapan ikan menggunakan bahan berbahaya beracun (potas), bom ikan, serta penggunaan alat yang dapat merusak terumbu karang tempat berkembangbiaknya ikan.



”Mengatasi masalah-masalah tersebut, kami terus melakukan pengawasan agar lingkungan pesisir tidak rusak,” tukasnya. Dalam pengawasan itu, dinas perikanan melibatkan masyarakat binaan bernama kelompok masyarakat pengawas (pokmawas).

Selain mengawasi lingkungan, tugas pokmawas ini sekaligus merehabilitasi ekosistem mangrove. Juga transplantasi terumbu karang serta pembuatan terumbu karang tiruan (rumah ikan).

”Saat ini, ada 16 pokmawas di Kabupaten Malang. Mereka terdiri dari 13 pokmawas pesisir dan 3 pokmawas perairan umum daratan (PUD),” jelas mantan kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Malang ini.

Pokmawas pesisir, Atik melanjutkan, tersebar di beberapa desa di kawasan selatan. Yakni, Lebakharjo (Ampelgading), Pujiharjo–Purwodadi (Tirtoyudo), Sido Asri–Sitiarjo–Tambakrejo (Sumbermanjing Wetan), Gajahrejo–Tumpakrejo (Gedangan), Srigonco–Sumberbening–Bandungrejo (Bantur), dan Kedungsalam (Donomulyo).

Sedangkan Pokmawas PUD berada di Kromengan, Ngantang, serta Kalipare. ”Kegiatannya beragam. Mulai penanaman cemara udang, rehab terumbu karang, rehab mangrove, hingga konservasi penyu,” tandas dia.

Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Nenny Fitri