Panggung Sendratari Bisa Dongkrak Kunjungan Wisata

Panggung sendratari terbuka milik Pemkot Batu yang berada di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu tak terawat dengan rumput liar yang tumbuh di setiap bagian, kemarin.

KOTA BATU – Sebagai Kota Wisata, Kota Batu sepertinya masih harus belajar banyak dari kota-kota lain yang pariwisatanya sudah maju. Misalnya, Bali, Jogjakarta, atau Bandung. Selain punya destinasi unggulan wisata alam dan buatan, kota-kota tersebut juga mengembangkan destinasi wisata pertunjukan seni. Fasilitas seperti panggung sendratari yang ada di Kelurahan Sisir, Kota Batu, yang selama ini tidak jelas pengelolaannya dan mangkrak itu seharusnya bisa menjadi tujuan area pertunjukan kesenian itu.

Ketua Komisi A DPRD Kota Batu Sudiono mengatakan, sebelum melakukan pembangunan, harusnya ada perencanaan yang baik. Seperti panggung sendratari itu. Untuk merencanakan, pelaksanaan, sampai pemanfaatannya pasti membutuhkan dana yang tidak sedikit.

”Nah, ini (panggung sendratari) sudah jadi. Namun fakta di lapangan kondisinya sungguh sangat memprihatinkan sekali,” kata politikus PKB itu.

Pembangunan panggung sendratari itu, lanjutnya, juga tidak didesain dengan baik. Misalnya, tribun penonton yang masih terbuka, lampu penerangan, dan kamar mandi. ”Kalau sekarang ini digunakan, ya bubar saat hujan,” kata dia.

Sampai sekarang, gedung yang pembangunan pada tahap pertamanya menelan anggaran kurang lebih Rp 1,6 miliar itu juga tidak ada yang memanfaatkan.

”Kami ingin solusi agar bangunan yang menelan biaya yang sangat-sangat besar itu dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan layak dan baik, agar tidak mubazir,” katanya.

Kondisi seperti itu, lanjutnya, sangat berbeda dengan beberapa kota yang juga jadi jujukan wisatawan. Ruang untuk berkesenian sudah dimanfaatkan dengan baik di kota-kota seperti Bali, Bandung, dan Jogjakarta.

”Kalau boleh saya membandingkan, di Bandung ada gedung Saung Angklung Udjo. Kondisi gedungnya sederhana, namun bisa mendatangkan turis, baik domestik maupun mancanegara,” kata dia.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Aris Syaiful
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Eka