Pangdam V Apresiasi Bela Negara Maba Unmer

MALANG KOTA – Ada yang spesial dalam penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Merdeka (PKKMB Unmer) Malang. Digelar sejak 31 Agustus lalu, kegiatan yang diikuti 3.000-an mahasiswa anyar itu dikunjungi Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) R. Wisnoe Prasetja Boedi.

Kehadiran elite militer membuat para mahasiswa baru (maba) antusias meyuguhkan aksi selepas mengikuti bela negara selama tiga hari di halaman Dodikjur V/Brawijaya kemarin (4/9).

Dengan sigap, tiga ribu mahasiswa baru ini mempraktikkan baris-berbaris dan hormat kemiliteran. Sembari menyemangati mahasiswa baru, Pangdam yang baru dikukuhkan 25 Januari lalu ini memulai inspeksi barisan di antara kelompok mahasiswa baru.

Menurut Wisnoe, kegiatan bela negara bagi mahasiswa baru yang digelar Unmer disebutnya sangat bagus dan patut mendapat apresiasi.  Apalagi, program tersebut juga bisa memacu kampus lain untuk melaksanakan hal serupa. ”Saat ini kan ancaman nyata bagi generasi muda itu tidak adanya nasionalisme. Kalau diajarkan dalam kampus saja, itu masih kurang,” kata dia.

Melalui bela negara di Dodikjur, mantan Danrem 084/Bhaskara Jaya ini menyatakan, mahasiswa bukan cuma diajari baris-berbaris. ”Tidak seperti itu. Di sini kan dilatih langsung bagaimana tanah air ini terbentuk, wawasan kebangsaaan yang disesuaikan revolusi industri 4.0 saat ini,”   terangnya.

Menurut Wisnoe, pihaknya juga terus mencari model pembelajaran bela negara yang disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk bagi para mahasiswa. ”Pembelajaran tanah air ini, digali, lalu diberikan kepada mahasiswa dalam artian bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan bangsa,” tambahnya.

Nantinya, di bela negara ada penekanan antiprimordialisme atau kebanggaan atas persamaan suku atau bangsa yang harus lenyap dari dalam diri mahasiswa. ”Biasanya di kampus kan begitu. Sudah, tidak boleh di kampus ada kelompokan begitu. Semua sama. Sama-sama bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Unmer Malang Prof Dr Anwar Sanusi SE MSi menyebutkan, bela negara yang dilakukan kali kedua ini, bakal terus berjalan di tahun ketiga dan seterusnya. ”Karena Unmer ini di bawah Kodam V/Brawijaya, makanya pelaksanaan seperti ini perlu diwajibkan,” kata dia.

Rektor dua periode ini menambahkan, saat ini baru Unmer Malang yang melaksanakan bela negara di Dodikjur V/Brawijaya. Selanjutnya, dia ingin ini bisa menginspirasi Unmer di kota lain untuk melaksanakan hal serupa.

”Dan mengapa PKK Maba ini dilaksanakannya di Dodikjur dulu, itu agar mereka tidak merasa bingung dan lelah dengan ospek yang diberikan senior mereka di kampus,” kata pria asli Situbondo ini.

Jika PKK Maba dilaksanakan di kampus terlebih dahulu, biasanya maba sering kali babak belur mentalnya oleh senior mereka. Dengan pelaksanaan bela negara di Dodikjur, dia berharap mahasiswa barunya bisa kuat secara mental dan fisik sebelum melanjutkan ospek di kampus.

”Jadi, anak-anak ini bisa lebih tertata, bisa punya kekuatan yang baik dari segi apa pun saat melaksanakan ospek di kampus selama dua hari setelah dari Dodikjur,” pungkasnya.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani