Panen Melimpah, Harga Ayam Anjlok

Peternak ayam pedaging di Kabupaten Malang sedang gigit jari. Di satu sisi, hasil panen mereka memang melimpah kali ini. Namun di sisi lain, harga jualnya anjlok. Salah satu keterangannya disampaikan Swiandi, penernak dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung.

JABUNG – Peternak ayam pedaging di Kabupaten Malang sedang gigit jari. Di satu sisi, hasil panen mereka memang melimpah kali ini. Namun di sisi lain, harga jualnya anjlok. Salah satu keterangannya disampaikan Swiandi, penernak dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung.

Dia menjelaskan, jika standarnya harga ayam pedaging dibanderol antara Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu per kilogram, saat ini harganya turun beberapa persen, yakni menjadi Rp 16.300 per kilogram. ”Turun sudah beberapa minggu yang lalu,” kata Andi saat ditemui di peternakannya.

Dia menambahkan, penurunan harga itu terjadi karena melimpahnya persediaan daging ayam di pasaran. ”Sekarang memang sedang musim panen, jadi barangnya sangat banyak. Akibatnya, harganya anjlok,” ujarnya.

Meski Andi telah menjalin kemitraan dengan salah satu pengepul ayam di Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, penurunan harga itu cukup memengaruhi pendapatannya.

Kandang milik pria 34 tahun ini bisa menampung sampai 4 ribu ekor ayam. Dengan lama perawatan 38–40 hari, sekali panen Andi bisa menghasilkan 8,9–9 ton. ”Kalau ayamnya sehat ya bisa segitu, tapi kalau sedang musim penyakit ya bisa berkurang bobotnya,” terangnya.



Normalnya, satu ekor ayam pedaging yang telah berusia 38 hari memiliki berat 2,1 kilogram. Bila terserang penyakit di masa pembesaran, bobot ayam hanya bisa mencapai 1,7 kilogram. ”Kalau masa pancaroba biasanya ayam rawan kena penyakit. Nah, kalau sudah sakit, susah gemuknya,” terang dia.

Jenis penyakit yang biasa menyerang ayam pedaging saat musim penghujan adalah influenza. ”Kalau terkena penyakitnya sesudah berusia 30 hari, masih bisa digemukkan. Nah, kalau kena penyakitnya datang waktu usia sebelum itu, biasanya pertumbuhannya tidak maksimal,” imbuhnya.

Pewarta : Farikh Fajarwati
Penyunting : Bayu Mulya
Copy Editor : Indah Setyowati
Foto : Bayu Eka