PAN Tambah Kekuatan, Partai Idaman Bergabung

Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum Partai Idaman Rhoma Irama

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan mengatakan, partainya akan semakin kuat dengan gabungnya partai yang dipimpin oleh Rhoma Irama ini.

“Bergabungnya Partai Idaman tentunya akan menambah kekuatan PAN di grass root (akar rumput),” ujar Zulkifli di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Sabtu (12/5).

Partai Indaman ini dikatakan Zulifli Hasan mempumyai struktur partai yang kuat di daerah-daerah. Terlebih dengan sosok Rhoma Irama yang menjadi sangat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

“Jadi sosok Rhoma Irama juga masih berpengaruh di grass root,” ungkapnya.

Ketua MPR ini menambahkan bergabungnya caleg-caleg Partai Idaman ke PAN ini juga? untuk memutus mata rantai politik uang. Demokrasi yang selama ini terlihat menggunakan uang harus dihilangkan. Masyarakat tidak boleh dibujuk oleh bagi-bagi sembako lagi.



“Kita ingin mematikan bagi-bagi sembako, bagi bagi nasi bungkus. Ini harus dihentikan agar Indonesia bebas dari politik uang,” pungkasnya.

?Sebelumnya, Partai Idaman resmi mendeklarasikan diri bergabung dengan PAN. Nantinya para caleg-caleg Partai Idaman akan bergabung dengan PAN untuk bisa terpilih menjadi anggota DPR dan DPRD.

Ketua Umum Partai Idaman, Rhoma Irama mengatakan proses Pileg dan Pilpres sudah di depan mata. Maka dari itu pihaknya bergabung dengan PAN untuk bisa bersama-sama mewujudkan kemenangan.

Salah satu kesepakatan antara PAN dengan Partai Idaman salah satunya adalah ingin menumbuhkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila bukan hanya slogan saja. Melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadikan Pancasila not just slogan belaka, tapi terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Partai Idaman menyatakan gabung ke PAN setelah sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan partai berwarna hijau ini tidak lolos ke pemilu 2019. Lantas, Partai Idaman menggugat keputusan itu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Setelah gugatannya ditolak Bawaslu, Partai Idaman kemudian membawa persoalan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun, Majelis Hakim PTUN Jakarta memutuskan menolak gugatan Partai Idaman terhadap KPU.

Menurut majelis hakim menilai materi gugatan dan berkas bukti-bukti yang diajukan tetap tidak memenuhi syarat supaya KPU meloloskan mereka menjadi peserta Pemilu 2019.


(gwn/JPC)