Pakde Karwo: Biasanya Anggota Dewan yang Sering Mengkritik Itu Jarang Masuk Kerja

MALANG KOTA – Hadir dalam rapat paripurna penyampaian visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018 – 2023, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo ingatkan fraksi untuk tidak hanya mengkritisi kebijakan. Hal itu disampaikan dalam sambutannya di ruang rapat DPRD Kota Malang hari ini, Kamis, (4/10).

“Fraksi jangan mengkritik kebijakan, karena itu sudah di atur dalam KUAPPAS. Yang dikritik itu pelaksanaannya. Biasanya yang sering ngritik ini jarang masuk, jarang ikut merumuskan bersama,” ujarnya diselingi gelak tawa.

Selain itu, Pakde Karwo (sapaan akrabnya) mengimbau pada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang untuk tidak memisahkan keterkaitan antara dunia pendidikan dan kesehatan. Dua hal tersebut harus saling mengisi satu sama lain.

“Pendidikan dan kesehatan ini harus jadi satu. Ini sudah program dunia. Kalau pendidikan bagus, gizi tidak bagus itu biasanya jam 9 atau 10 pagi sudah ngantuk. Ini masuk kategori gizi buruk, biarpun kelihatan badannya gede tapi gizi buruk,” imbuhnya.


Lebih lanjut, ia menanggapi soal pidato visi misi yang disampaikan Wali Kota Malang, Sutiaji. Menurutnya apa yang dipaparkan dalam pidato tersebut berkaitan dengan ‘Kesalehan Sosial’. “Ini kalau dibuat judul, pidatonya pak wali judulnya ‘Kesalehan Sosial’. Semuanya tentang kesantunan, kesopanan, sosial dan yang lainnya yang berkaitan dengan agama,” ungkapnya.

Kedepan, Soekarwo menilai Kota Malang akan menjadi kota masa depan yang luar biasa. Tetapi, semuanya harus sesuai standarisasi.

“Malang mau dijadikan kota masa depan yang luar biasa. Kami usulkan semuanya itu harus distandarisasi. Misalnya industri kecil dan menengah bisa memakai pasar online sistem,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Arifina