PAK, Waktunya Beli Mobil Dinas Baru

KEPANJEN – Fasilitas mobil dinas yang baru bakal didapat 33 camat di Kabupaten Malang. Wacana itu mencuat setelah Pemkab Malang mengusulkan pengadaannya dalam agenda perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini.

”Untuk camat. Mulai bulan depan (September) akan pakai mobil baru, pertimbangannya karena kondisinya sekarang sudah banyak yang kurang layak pakai,” kata Plt Bupati Malang H.M. Sanusi.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menuturkan bila pembaruan kendaraan tersebut bakal dilakukan secara bertahap. Namun, pelaksanaannya dijadwalkan tuntas sebelum akhir tahun anggaran 2019.

Adapun sumber anggaran untuk pembelian mobil dinas itu berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) di tahun anggaran 2019. Sanusi menegaskan bila pembelian mobil dinas baru itu bukan tanpa syarat.

Sebagai konsekuensi, dia menuturkan bila dirinya telah mematok target kinerja camat berdasarkan indeks penilaian tertentu. ”Indeks nilai ini yang akan menjadi tolok ukur sejauh mana kinerja mereka di lapangan,” katanya.



Dengan adanya peningkatan sarana-prasarana dan fasilitas penunjang tersebut, dia menargetkan indeks pembangunan manusia (IPM) 33 camat yang ada di Kabupaten Malang berada pada angka 12, dari nilai maksimal 18 sesuai dengan IPM pemerintah daerah.

Terkait dengan wacana tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko mengaku bila pengajuan belanja aset bergerak memang telah dikomunikasikan dengan pihak legislatif.

”Kaitannya karena target pendapatan asli daerah (PAD), juga akan dinaikkan sebesar Rp 75 miliar,” kata Hari kemarin (22/8). Politikus PDIP itu juga menuturkan bila pembelian kendaraan dinas baru tidak hanya diperuntukkan bagi camat, tapi juga untuk kepala bagian (kabag).

”Kurang lebih ada 50 unit untuk camat dan kabag,” kata Hari. Ditanya soal jenis kendaraan apa yang akan dibeli, Hari mengaku tidak mengetahuinya secara detail. Namun, dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kanjuruhan, untuk pejabat eselon III, jenis kendaraan dinas yang boleh digunakan maksimal berkapasitas 1.500 cc.

Sumber internal koran ini menyampaikan bahwa kendaraan yang akan dibeli adalah Toyota Rush. Untuk diketahui, satu unit kendaraan Toyota Rush keluaran terbaru saat ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 244 juta.

Jika dikalikan dengan 50 unit, artinya Pemkab Malang harus merogoh kocek sebesar Rp 12,2 miliar untuk pengadaan mobil dinas baru tahun ini.

Senada dengan Sanusi, Hari juga menuturkan bila pemberian kendaraan baru untuk camat maupun kabag juga harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kinerja mereka.

”Terutama untuk meningkatkan PAD dari sektor pajak daerah, karena selama ini yang berhubungan langsung dengan masyarakat adalah para camat,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Paguyuban Camat Kabupaten Malang Mardiyanto mengaku bila pihaknya telah mendengar wacana tersebut. Namun, untuk kepastian kapan kendaraan tersebut akan diserahkan, dia mengaku belum mengetahuinya secara pasti.

Camat Bululawang itu menuturkan bila selama ini para camat dibekali dengan dua unit kendaraan dinas, yakni Suzuki APV keluaran 2006 dan 2011. ”Normalnya kendaraan dinas itu masa pakainya maksimal 10 tahun.

Nah, kalau menyesuaikan dengan standar itu, artinya kendaraan yang keluaran 2006 sudah waktunya (diganti) karena usianya sudah 13 tahun,” kata Mardiyanto.

Disinggung soal konsekuensi kinerja, Mardiyanto menuturkan bahwa hal tersebut bukan menjadi masalah bagi dirinya maupun seluruh camat di Kabupaten Malang.

”Ya itu sudah pasti melekat pada tupoksi kami sebagai ASN, kalau fasilitas sudah dipenuhi maka kami berharap jangan ada lagi keluhan atau keberatan yang berkaitan dengan kebutuhan (operasional) di lapangan,” tutupnya. 

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya