PAK, Penentuan Nasib 3 Jalur Alternatif

KOTA BATU – Ada beberapa gol utama yang diusung Pemkot Batu
dalam agenda Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2019 ini. Salah
satu nya yakni memperhatikan akse jalan. Perbaikan jalan tembus menjadi
salah satu fokus yang diusung Pemkot Batu. ”Ada usulan perbaikantiga jalan alternatif.

Itu kami usulkan mengingat Kota Batu semakin padat dikunjungi wisata wan,” terang Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Secara rinci, tiga titik jalan alternatif itu tersebar di beberapa lokasi. Yang pertama yakni akses dari
Toyomerto, Kelurahan Pesanggrahan, hingga tembus Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.

Selanjutnya yakni jalan alternatif dari Desa Pandanrejo menuju Kelurahan
Sisir, hingga tembus menuju Kelurahan Temas. “Yang terakhir yakni jalan tembus dari Desa Pendem hingga Proliman Kelurahan Dadaprejo Kecamatan
Junrejo,” imbuh Dewanti. Saat ini Pemkot Batu tercatat memiliki waktu tiga bulan untuk melakukan kajian.

Jika tidak segera dilakukan, bukan tidak mungkin usulan tersebut baru bisa dieksekusi tahun depan. Bila gerak cepat tak bisa ditunjukkan akhir tahun ini, rencana pembangunan tiga jalan alternatif itu juga berpotensi gagal
terealisasi tahun depan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR) Kota Batu Himpun menyatakan bila wacana pembangunan
tiga jalan tembus itu tengah dibahas. ”Bisa tidaknya dieksekusi tahun ini kami masih menunggu hasil pembahasan,” terang dia.



Himpun menguraikan untuk jalan tembus dari Desa Toyomerto, Jalan Abdul Gani, hingga Kelurahan Ngaglik Keca matan Batu nantinya dibangun sepanjang 2 km. Lebar jalan akan dibuat 6 meter. Saat ini jalur di sana masih berupa jalan setapak milik Perhutani. Sementara jalur dari Desa Pandanrejo, Kelurahan Sisir, hingga Kelurahan Temas akan dibangun sepanjang 1,5 km.

Lebar jalan akan dibuat 6 meter. Sedangkan jalan tembus dari Desa Pendem hingga Proliman di Kelurahan Dadaprejo akan dibangun sepanjang 1,8 km,
lebarnya sekitar 8 meter. ”Dari tiga titik tersebut, anggarannya masih dalam proses perencanaan.

Semoga pada semester dua ini bisa segera dimulai pembangunannya,”
tambah Himpun. Senada dengan Dewanti, dia menganggap bila pembangunan jalan tembus itu diperlukan untuk mengurai kemacetan di Kota Batu. Dia lantas menyebut bila pengoperasionalan tol Malang-Pandaan
(Mapan) turut menyumbang pening katan volume kendaraan di Kota Batu.

Disinggung terkait berapa besaran anggaran yang diajukannya dalam PAK, Himpun masih enggan berkomentar lebih banyak.”Kan masih belum selesai
prosesnya. Tunggu semuanya benar-benar disahkan,” kata dia.

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya