PAK, Pemkab Usulkan Tambahan Rp 80 Miliar

KEPANJEN – Memasuki pertengahan tahun, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Malang tengah mengintensifkan persiapan pengajuan perubahan anggaran keuangan (PAK). Dari hasil rekapitulasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, ada usulan penambahan anggaran sebesar Rp 80 miliar.

”Hampir 80 miliar (usulan tambahan anggaran), tapi itu tidak berasal dari seluruh teman-teman perangkat daerah. Kira-kira berasal dari 40 persen jumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Malang,” papar Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto. Dia menyebut, jumlah OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mencapai 87 unit.

Tomie menjelaskan, usulan tambahan dana tersebut untuk membiayai program yang sudah ditetapkan dalam APBD 2017. Dia memastikan, tidak ada tambahan program yang diajukan dalam PAK.

Terkait asal tambahan anggaran, ada beberapa sumber yang disebutkan Tomie. ”Pendapatan asli daerah (PAD) dan dana perimbangan terus kami ikuti perkembangannya,” sambung mantan kepala dinas pertanian dan perkebunan tersebut.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Abdul Malik. ”PAD harus overtarget. Kalau dari pusat ada penambahan anggaran, itu bisa menjadi sumber (pendapatan) keuangan lain,” tambahnya.

Untuk diketahui, dana perimbangan masih tetap mendominasi sumber pendapatan Kabupaten Malang. Dari total pendapatan yang direkap sebesar Rp 3,4 triliun, Rp 2,3 triliun di antaranya merupakan dana perimbangan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Untuk PAD, tahun ini direkapitulasi sebesar Rp 426 miliar. Naik sedikit dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 395 miliar. Melihat tren yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan anggaran untuk menyokong program Pemkab Malang memang selalu bertambah.

”Penambahan itu untuk menjalankan program-program yang telah disusun untuk tahun ini. Dan program-program apa saja yang sekiranya perlu ditambah anggarannya,” papar Malik.

Salah satu program yang perlu penambahan anggaran ada di bidang pariwisata. ”Kami mengajukan perubahan anggaran sebesar Rp 3 miliar,” sambung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara.

Dia menambahkan, anggaran tersebut akan digunakan untuk pengembangan lima titik wisata. Yakni, Desa Wisata Ngadas, Poncokusumo; Sanankerto, Turen; Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Mulyorejo, Ngantang; dan Pantai Ngliyep.

Karena diajukan penambahan tahun ini, Made meyakinkan bila pengembangan kawasan wisata di lima titik itu akan diselesaikan tahun ini.

Pewarta: Bayu Mulya
Penyunting: Farikh Fajarwati
Penyunting: Indah Setyowati