Pahami 5 Fakta dan Mitos Sarapan, Termasuk untuk Bumil | JawaPos.com

Pahami 5 Fakta dan Mitos Sarapan, Termasuk untuk Bumil | JawaPos.com

JawaPos.com – Sarapan adalah kegiatan yang sangat penting untuk menunjang aktivitas. Sayangnya banyak orang melewatkan sarapan atau bahkan makan di jam yang terlewat. Tapi tahukah, kalau waktu sarapan paling baik adalah di bawah pukul 09.00.

Ada banyak mitos dan fakta seputar sarapan yang masih dipandang keliru. Alhasil, sarapan masih dianggap belum terlalu penting atau dianggap sepele.

Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Ulul Albab, SpOG, dalam kampanye Sarapan Bernutrisi Agar Perut Terisi Siap Konsentrasi bersama Energen, Selasa (31/7), menjelaskan berbagai mitos dan fakta seputar sarapan. Apa saja?

Ilustrasi menu sarapan sehat (Health line)

1. Sarapan Bikin Perut Mulas



Jawabannya, mitos. Sebab seseorang justru harus terbiasa sarapan sehingga perut dan lambung akan terbiasa untuk menerima asupan makanan. Justru sarapan akan mengganti energi yang terpakai oleh kerja otak selama tidur.

“Itu pandangan atau mitos yang salah karena awalnya tidak terbiasa sarapan,” kata dr. Ulul.

Dia mencontohkan jika sarapan terlalu banyak atau terlalu pedas tentu bisa membuat perut mulas. Atau saat sarapan mengonsumsi buah yang asam justru bisa memperburuk pencernaan.

2. Sarapan Hanya Susu Itu Baik

Jawabannya, mitos. Sebab susu yang dipilih juga harus sesuai dengan kebutuhan sepertiga kalori harian. Jika memilih susu rendah lemak, tentu sarapan susu saja tidak cukup bagi tubuh.

“Susunya apa? Low fat, UHT. Susu apa? Yang penting saat sarapan, komposisi karbo lebih tinggi daripada proteinnya,” kata dr. Ulul.

3. Konsumsi Nasi saat Sarapan Bikin Ngantuk

Justru seseorang perlu karbohidrat di pagi hari. Namun porsinya terap berpedoman pada Piring Makanku. Setengah piring untuk sayuran, 20 persen untuk lauk dan protein, 30 persen untuk karbohidrat.

“Itu mitos lah ya, makan nasi tidak membuat seseorang mengantuk,” tuturnya.

4. Sering Tak Sarapan Justru Bikin Gemuk

Jawabannya, fakta. Menurutnya, saat seseorang menunda sarapan, jam makan akan membentuk pola yang mundur. Kebiasaan tak sarapan akan membuat seseorang memilih brunch (breakfast and lunch) digabung dalam satu waktu. Kemudian saat siang menjelang sore akan kembali lapar.

“Efek jangka panjang enggak sarapan itu bikin gemuk. Ketika kita tak sarapan di pagi hari maka rasa laparnya akan mundur. Makan siang jadi sore. Makan malamnya jadi larut bisa tengah malam. Justru bisa obesitas,” paparnya.

5. Bumil Banyak Pantangan saat Sarapan

Jawabannya, mitos. Sebab justru ibu hamil boleh makan apa saja saat sarapan. Meskipun sedang mual muntah, katanya, bumil tetap dianjurkan mengonsumsi sarapan tetapi dalam porsi sedikit.

“Saat sering mual muntah di awal. Bumil harus tetap makan sedikit tapi sering. Bumil dikasih makan besar, malah enggak masuk. Malah dikasih es krim saja sudah cukup. Barulah nanti makan lagi,” ungkapnya.

(ika/ce1/JPC)