Pagar Pengaman Jalan Selamatkan 40 Penumpang Bus

Mayoritas Siswa TK, Nyaris Masuk Jurang

KOTA BATU – Keceriaan siswa TK Islam Al Azhaar, Tulungagung, dan orang tuanya yang akan berwisata ke Kota Batu berubah menjadi teriakan histeris. Total ada 40 orang yang menumpang bus HR Wahyu Interprise yang berteriak kencang dan beberapa orang beristighfar ketika bus yang mereka tumpangi nyaris masuk ke jurang sedalam 150 meter di kawasan Payung, Songgokerto, Kota Batu, kemarin pagi (25/1). Untung saja, pagar pengaman jalan dari besi yang berada di bibir jurang begitu kokoh. Jadi, pagar itu mampu menahan badan bus hingga tidak sampai teperosok ke jurang.

Ceritanya, saat itu, bus dengan nomor polisi AG 7881 UR itu sedang menuju ke beberapa wisata yang ada di Kota Dingin tersebut. Rombongan wisata yang bermaksud tadabur alam ini berangkat rombongan dengan menaiki tiga bus. Dua bus lainnya berjalan dengan lancar. Namun, apes bagi bus urutan terakhir yang dikemudikan Suparji, warga Desa Sawahan, Kecamatan Watu Limo, Trenggalek, itu. Meski tidak ada korban jiwa, dia terpaksa harus sport jantung karena nyaris bus yang dibawanya masuk jurang.

Dari cerita Suparji, kecelakaan itu terjadi karena dia menghindari truk tronton dari arah berlawanan. ”Tadi (kemarin) ada truk tronton,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Batu.

Karena jalan tidak terlalu lebar dan menikung tajam, Suparji menghentikan busnya. Maksudnya memberi kesempatan truk tronton berjalan lebih dulu. ”Namun, saat saya berhenti, saya lihat truk itu juga berhenti,” terang dia.

”Entah truk itu berhenti karena memberi jalan saya dulu atau oper gigi (persneling karena jalan menanjak), saya tidak tahu, yang pasti truk itu berhenti,” kata dia yang terlihat masih sedikit shock itu.



Melihat truk tronton berhenti, Suparji menjalankan busnya. Nah, saat sampai di tikungan tajam itu, ternyata truk tronton juga berjalan.

”Jadi numpuk di pas tikungan. Kepala truk itu lolos, lha tapi yang belakang ini mungkin akan nabrak. Jadi, saya ke kiri sedikit, agar tidak ketemper (ketabrak bagian depan bus),” kata dia.

Saat mengambil ke kiri itulah, ban yang belakang nabrak pagar pengaman jalan. ”Lha saat ban belakang ini nabrak, saya gas, malah turun, minggir (arah jurang), mundur sudah tidak kuat,” kata dia.

Sedangkan truk tronton yang tidak sampai menabrak langsung jalan terus. Karena bus berada persis di tepi jurang, penumpang pun panik.

”Ya tadi (kemarin) sempat syok, tapi tidak ada yang luka, semuanya sudah dibawa ke bus lainnya,” kata dia.

Petugas Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur yang bertugas di Terminal Kota Batu, Muhammad Husein Sayudi, yang saat itu di lokasi membenarkan jika bus yang dikemudikan Suparji itu menghindari truk tronton.

”Di jalan ini kan memang sempit dan menikung, seharusnya ada pelat rambu-rambunya sehingga hal seperti ini tidak terjadi,” kata dia saat ditemui kemarin.

Sekarang ini memang sudah ada koordinasi untuk pemasangan rambu-rambu. Jadi, nantinya tidak ada kecelakaan yang terjadi.

”Jalan ini kan sudah tidak bisa dilebarkan lagi, sudah mentok. Sisi satunya jurang dan satunya tebing. Jadi, kami imbau memang benar-benar hati-hati kalau melalui jalan ini,” terang dia.

Saat jalan menikung tajam, imbuh dia, sebaiknya pengguna jalan saling bergantian. Terutama untuk kendaraan besar.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto