Ormas Sayap Golkar Ajak Anak Zaman Now Lahirkan Ide Kreatif

Ormas Sayap Golkar Ajak Anak Zaman Now Lahirkan Ide Kreatif

RADAR MALANG ONLINE – Anak muda yang kerap disebut generasi milenial menjadi potensi besar bagi bangsa untuk membangun peradaban. Untuk itu, sejumlah organisasi ataupun komunitas berupaya merangkul generasi ini untuk tetap mencurahkan ide-ide kreatifnya untuk bangsa.

Kesadaran itu juga terlontar dari elite Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi sayap Partai Golkar. Ketua AMPI DKI Gaya Kartasasmita mengungkapkan, generasi milenial Indonesia saat ini diharapkan bisa menjadi idea maker untuk melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif di segala bidang.

Untuk itu, anak muda perlu memahami persoalan kehidupan masyarakat saat ini supaya idenya itu tepat sasaran. “Ide kreatif itu bisa menuntas problem-problem sosial yang sering terlupakan, khususnya di wilayah Ibu kota Jakarta,” ungkap Gaya Kartasasmita dalam keterangan persnya, Minggu (10/6).

Dia menyebut, pengurus DPD AMPI DKI Jakarta diisi oleh generasi milenial yang berlatar belakang dari berbagai bidang. Mulai dari akademisi, praktisi, aktivis, dan lain-lain. Kedepannya semua unsur itu saling berkombinasi untuk melahirkan gagasan-gagasan program yang bercorak milenial, tetapi menyentuh segala golongan masyarakat.



Tagline Millenial Nationalism yang disuarakan oleh DPP AMPI diharapkan diteruskan oleh DPD-DPD AMPI yang tersebar di seluruh Indonesia. Tagline itu diharapkan bisa meningkatkan partisipasi pemuda agar terus menyumbangkan ide dan pemikirannya demi kemajuan bangsa.

Gaya Kartasasmita menuturkan, pemuda harus ada di setiap lini masyarakat. “Pemuda harus ikut berkarya dan nimbrung bareng di tengah masyarakat dalam hal apa pun, baik segi olahraga, diskusi, kewirausahaan dan sebagainya,” kata Gaya Kartasasmita.

Menurutnya, peran pemuda tidak bisa disepelekan. Peran pemuda itu sangat luas karena pemuda adalah cikal bakal penerus perjuangan bangsa dan negara.

Senada dengan itu, Sekretaris DPD AMPI DKI Jakarta Ryan Jabir mengungkapkan, kini adalah eranya pemuda. “Saat ini atau yang dikatakan generasi zaman now sebagai menuju persoalan demografi sebenarnya adalah era bagi pemuda dan gerakan kepemudaan untuk berkarya agar bonus demografi dapat menjadi berkah bagi bangsa ini,” ucapnya.

(iil/JPC)