Orasi di May Day, Yusril Ultimatum Jokowi Cabut Perpres Pekerja Asing

Orasi di May Day, Yusril Ultimatum Jokowi Cabut Perpres Pekerja Asing

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra saat hadir di tengah puluhan ribu buruh yang menggelar unjuk rasa May Day di depan Istana Negara.
(RADAR MALANG ONLINE)

RADAR MALANG ONLINE – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mendatangi puluhan ribu massa buruh yang yang tengah berunjuk rasa memperingati May Day 2018 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (1/5). Mantan Menkumham itu pun ikut berorasi menyuarakan persoalan tenaga asing yang membludak di negeri ini.

Dalam orasinya, dengan lantang Yusril menegaskan akan membawa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ke Mahkamah Agung (MA). Karena itu dirinya mengultimatum Presiden Jokowi untuk segera mencabut Perpres tersebut.

“Kalau aksi ini tidak didengar pemerintah, maka kita bawa ini ke pengadilan. Kita desak MA supaya membatalkan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 yang bertentangan dengan Undang-Undang dan aspirasi sebagian besar rakyat Indonesia,” kata Yusril saat berorasi di atas mobil komando aksi.

Yusril juga menegaskan, dirinya akan membantu buruh Indonesia yang telah dirugikan dengan adanya Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA. Menurut Yusril, rakyat Indonesia masih kekurangan lapangan kerja tapi pemerintah malah mendatangkan tenaga kasar dari negara lain ke tanah air.



“Banyak negara investasi di negara kita, seperti Jepang, Korea, Singapura, dan Amerika Serikat. Tapi tidak pernah mensyaratkan buruhnya untuk bekerja masuk ke Indonesia,” ujar politikus yang juga dikenal sebagai profesor sekaligus pakar hukum tata negara itu.

Oleh karena itu, Yusril menegaskan kalau Jokowi tidak mencabut aturan tersebut, maka MA yang akan mencabutnya.

“Kita harus melakukan perlawanan. Kita akan uji Perpres itu di MA dan tolong jangan ada intervensi agar secara sah dan konstitusional kita lawan secara argumen,” pungkasnya.


(ce1/rdw/JPC)