Oposisi Mars Juli 2018

Oposisi Mars (Mars Opposition) adalah peristiwa ketika planet Mars berada pada arah yang berlawanan dengan arah matahari dilihat dari bumi. Saat itu, Mars akan nampak terang sekali, karena berada dekat bumi. Peristiwa oposisi Mars terjadi sekitar 26 bulan sekali, cukup sering. Tetapi antara satu oposisi ke oposisi lain puncak terangnya Mars tidak selalu sama, sehingga peristiwa oposisi Mars tidak selalu menarik perhatian. Oposisi yang menampakkan Mars lebih terang dari oposisi biasa terjadi sekitar 15 tahun sekali. Oposisi Mars yang terang terakhir kali terjadi tahun 2003 dan akan terjadi lagi tahun 2018.

Ketika oposisi Mars pada 27 Agustus 2003, pemberitaan di media demikian hebohnya. Sehingga, Observatorium Bosscha dan Planetarium DKI Jakarta dibanjiri pengunjung. Dalam 3 hari, Observatorium Bosscha kedatangan sekitar 10.000 orang dan Lembang, Jawa Barat, macet total. Dari kejadian tahun 2003, dapat disimpulkan bahwa peristiwa oposisi Mars sangat menarik perhatian masyarakat. Pada tahun 2018, oposisi Mars yang terang seperti tahun 2003 terjadi lagi, persisnya tanggal 27 Juli 2018.

Lebih Jauh tentang Oposisi Mars

Bumi dan Mars sama-sama mengelilingi matahari dengan bidang orbit yang hampir sama. Jarak bumi ke matahari rata-rata sekitar 150 juta km, sedangkan jarak Mars sekitar 228 juta km (sekitar 1,5 kali jarak bumi–matahari). Dalam orbitnya, jarak Mars ke bumi tidak tetap. Kadang dekat kadang jauh. Sehingga kecerlangan (cahaya terang) Mars juga nampak terus berubah. Ketika Mars berada di belakang matahari adalah saat terjauh dan Mars nampak redup. Sedangkan saat Mars berada pada arah yang berlawanan dengan matahari, dilihat dari bumi, adalah saat Mars dekat dengan bumi dan akan nampak sangat terang berwarna kekuningan. Saat itu menjadi benda langit paling terang ke empat setelah matahari, bulan, dan venus serta dapat dilihat sepanjang malam. Konfigurasi ini disebut oposisi Mars. Apakah tanggal 27 Juli 2018 itu Mars benar-benar paling dekat dengan bumi? Tidak, jarak terdekatnya terjadi pada tanggal 31 Juli 2018, sedangkan 27 Juli adalah saat matahari–bumi–Mars segaris.

Orbit bumi dan orbit Mars mengelilingi matahari tidak membentuk lingkaran sempurna, melainkan agak sedikit lonjong. Oleh karena itu, jaraknya dari matahari tidak tetap, kadang menjauh kadang mendekat. Jika pada saat oposisi, kebetulan Mars sedang dekat ke matahari dan bumi sedang jauh, maka jarak bumi–Mars menjadi sangat dekat. Lebih dekat dari oposisi biasa dan Mars akan nampak terang sekali. Pada 27 Juli 2018, jarak bumi Mars sekitar 58 juta km atau 0,39 kali jarak bumi–matahari, dan diameter sudut Mars saat itu sekitar 24,3 detik busur dilihat dari bumi. Peristiwa seperti ini bukan peristiwa oposisi biasa, terjadinya 15 tahun sekali. Kelangkaan peristiwa ini merupakan hal yang menarik bagi masyarakat.



Berbeda dengan peristiwa gerhana yang terjadi dalam waktu singkat, peristiwa oposisi Mars merupakan peristiwa yang gradual. Pada satu minggu sebelum dan sesudah puncak oposisi, perbedaan kecerlangan Mars relatif kecil, sehingga masyarakat awam hampir tidak dapat membedakan kecerlangannya dalam dua minggu tersebut di sekitar puncak oposisi.

Kebutuhan Peralatan

Untuk melihat Mars dengan lebih jelas, diperlukan teropong bintang. Lebih besar ukurannya lebih baik, bila disertai motor lebih baik lagi. Ukuran teropong bintang dengan spek terendah yang dirasa masih memadai untuk digunakan meneropong Mars dengan menarik adalah teropong berdiameter objektif sekitar 8 cm, dengan okuler yang sesuai.

 

Visibilitas Benda Langit Lain

 

Tanggal 27 Juli 2018 merupakan hari istimewa bagi penggemar astronomi, karena selain merupakan puncak oposisi Mars, planet-planet terang lain, seperti Venus, Jupiter, dan Saturnus juga dapat dilihat dengan baik. Venus akan terlihat pada sore hari di barat, tak lama setelah matahari terbenam. Jupiter dan Saturnus dapat dilihat hingga tengah malam. Bulan akan nampak sebagai bulan purnama yang nampak sepanjang malam. Yang membuat tanggal tersebut lebih istimewa adalah terjadinya gerhana bulan total setelah lewat tengah malam atau tanggal 28 Juli subuh. Oleh karena itu, para penggemar astronomi dapat puas menikmati keindahan alam asalkan langit cerah. Kebetulan bulan Juli–Agustus adalah puncak musim kering, sehingga besar kemungkinan langit cerah. Selamat menikmati keindahan ciptaan Tuhan.

 

Penyunting: Abdul Muntholib